PEMALANG — Pemerintah Kabupaten Pemalang menggandeng TNI, Polri, instansi terkait, dan masyarakat menanam mangrove di Desa Nyamplungsari, Kecamatan Petarukan. Aksi tanam yang berlangsung Sabtu (19/9/2026) itu menyasar langsung persoalan abrasi dan rob yang selama ini menghantui warga pesisir.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro. Selain menanam, peserta diajak memahami fungsi mangrove bagi keberlangsungan lingkungan pesisir.
Dandim 0711/Pemalang Letnan Kolonel Inf. Edy Wibowo menyatakan penanaman mangrove adalah bentuk kepedulian TNI bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, mangrove punya manfaat besar untuk menahan abrasi, mengurangi dampak gelombang pasang dan banjir rob, serta menjadi habitat berbagai biota laut.
Edy menambahkan, mangrove juga berperan menyerap emisi karbon sehingga membantu mengurangi dampak perubahan iklim. Ia mengajak warga tidak berhenti pada tahap penanaman, tetapi ikut merawat pohon agar tumbuh dan memberi manfaat jangka panjang.
"Keberhasilan penanaman tidak diukur dari banyaknya bibit yang ditanam, melainkan dari berapa banyak pohon yang mampu tumbuh dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang," ujarnya.
Muhammad Subahi dari Kelompok Tani Tingkir Jaya Desa Nyamplungsari menyampaikan terima kasih kepada Dandim 0711/Pemalang atas pelaksanaan kegiatan penanaman mangrove di desanya. Ia berharap penanaman tersebut dapat memberikan hasil yang baik dan manfaat bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat setempat.
Kawasan pesisir Pemalang selama ini menghadapi tekanan abrasi dan rob yang mengancam permukiman serta lahan warga. Penanaman mangrove di Nyamplungsari diharapkan memperkuat benteng alami di garis pantai sekaligus menjadi contoh pengelolaan lingkungan berbasis kebersamaan bagi daerah lain.
Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat disebut menjadi kunci keberhasilan pelestarian mangrove di wilayah tersebut.