JAWA TENGAH — Indeks Harga Saham Gabungan berpotensi melanjutkan koreksi dan menguji rentang 6.208-6.258 pada perdagangan Rabu (23/9/2026), setelah ambles 1,69 persen ke level 6.277 pada sesi sebelumnya. MNC Sekuritas menilai tekanan jual yang meningkat membuat indeks menembus area MA60, dengan posisi saat ini diperkirakan berada di bagian awal wave a dari wave (x).
Riset MNC Sekuritas menyebut laju IHSG masih didominasi tekanan jual yang cenderung menguat. Koreksi indeks bahkan sudah menembus area MA60, level yang biasanya menjadi penopang pergerakan jangka menengah.
“Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave a dari wave (x), sehingga IHSG akan menguji dahulu rentang area 6.208-6.258. Area penguatan terdekat IHSG berada di 6.333-6.364,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya, Rabu (23/9/2026).
Bagi trader jangka pendek, MNC Sekuritas memetakan dua level support dan dua level resistance sebagai acuan entry maupun exit. Support terdekat berada di 6.267, disusul support berikutnya di 6.108. Sementara resistance terdekat ada di 6.440 dan resistance lanjutan di 6.535.
Artinya, selama IHSG belum mampu bertahan di atas 6.267, peluang koreksi lanjutan ke arah 6.208-6.258 masih terbuka. Sebaliknya, penembusan ke atas 6.333-6.364 akan membuka ruang penguatan menuju area resistance.
Dari proyeksi tersebut, MNC Sekuritas merilis empat rekomendasi saham untuk dicermati pelaku pasar. Keempatnya mewakili sektor konsumsi, perbankan, energi, dan petrokimia.
Dua faktor utama yang menentukan arah IHSG dalam beberapa sesi ke depan adalah besarnya tekanan jual dan posisi gelombang (wave) indeks saat ini. Selama tekanan jual belum mereda, indeks berpotensi lebih dulu menyentuh area support 6.208-6.258 sebelum mencoba bangkit.
Pelaku pasar yang ingin masuk posisi disarankan mencermati respons indeks di sekitar level support tersebut. Jika IHSG mampu bertahan dan berbalik menguat, area 6.333-6.364 menjadi target penguatan terdekat yang bisa dicapai.
Rekomendasi ini bersifat teknikal dan jangka pendek, sehingga tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor serta kondisi likuiditas pasar.