JAWA TENGAH — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin (21/9/2026), sempat menyentuh level tertinggi 6.451 sebelum berbalik melemah ke 6.408. Dari 959 saham yang diperdagangkan, 305 saham menguat dan 257 saham melemah, sementara nilai transaksi tercatat Rp1,7 triliun dengan kapitalisasi pasar Rp11,2 kuadriliun.
Level pembukaan IHSG berada di 6.446. Volume transaksi mencapai sekitar 4,3 miliar saham dengan frekuensi perdagangan sekitar 318 ribu kali. Sebanyak 397 saham tercatat stagnan di tengah rentang pergerakan yang sempit.
Sektor Transportasi dan Logistik Pimpin Penguatan
Dari sisi sektoral, transportasi dan logistik mencatat kenaikan tertinggi 0,65%. Sektor barang konsumen siklikal menyusul dengan penguatan 0,41%, disusul properti 0,20%, industri 0,14%, teknologi 0,10%, dan kesehatan 0,07%.
Di kubu sebaliknya, energi menjadi sektor paling tertekan dengan pelemahan 0,44%. Infrastruktur turun 0,31%, keuangan 0,21%, bahan baku 0,09%, dan barang konsumen primer 0,08%.
Saham TRUE dan NASI Catat Kenaikan Tertinggi
Triniti Dinamik (TRUE) memimpin jajaran top gainers dengan penguatan 26,87%. Wahana Inti Makmur (NASI) naik 24,79%, diikuti Reksa Dana Indeks Bahana (XBIN) sebesar 24,53%.
Pada sisi top losers, Reksa Dana Indeks Majoris (XMIG) melemah 13,86%. Asia Sejahtera Mina (AGAR) turun 12,77% dan Reksa Dana Indeks Batavia (XBSK) melemah 11,55%.
Rentang Pergerakan Sempit, Pasar Tunggu Katalis
Rentang pergerakan IHSG dari level tertinggi 6.451 ke titik terendah 6.408 hanya sekitar 43 poin. Rentang sempit ini mencerminkan pelaku pasar masih menahan posisi sambil menunggu katalis baru.
Komposisi saham yang menguat dan melemah relatif berimbang, dengan 305 saham naik berbanding 257 saham turun. Kondisi ini menunjukkan arus dana bergerak selektif di sektor tertentu, bukan penguatan menyeluruh.
Yang Perlu Dicermati Investor
Nilai transaksi Rp1,7 triliun pada awal sesi tergolong moderat. Investor perlu mencermati apakah volume transaksi meningkat menjelang penutupan, karena hal itu menentukan arah indeks untuk sesi berikutnya.
Sektor keuangan yang turun 0,21% dan energi yang melemah 0,44% menjadi perhatian, mengingat keduanya menyumbang bobot besar di IHSG. Berbaliknya dua sektor ini akan menentukan apakah indeks mampu kembali ke atas 6.450.