SURAKARTA — Solo Run Fest 2026 memecahkan rekor peserta dengan 7.000 pelari, naik dari sekitar 5.000 orang pada 2025. Kategori yang dilombakan meliputi half marathon, 10K, dan 5K, diikuti elite runners, master, hingga pelajar. Rute membentang dari Stadion Manahan hingga Taman Balekambang, melintasi kawasan Car Free Day Jalan Slamet Riyadi.
Pada hari yang sama, dua event lain juga digelar di Jawa Tengah. Gajah Trail Run (GTR) Ultra berlangsung di Kabupaten Semarang dengan rute melintasi Gunung Gajah, Gunung Telomoyo, dan Gunung Kendil. Sementara Sultan Agung Fun Run digelar di Kota Semarang dengan titik start di Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Sepanjang September 2026 saja, event lari terselenggara di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Banyumas, Kota Surakarta, dan sejumlah daerah lain. Skalanya beragam, dari komunitas, fun run, run for charity, hingga nasional dan internasional.
Pekan sebelumnya, Minggu (20/9/2026), Bank Jateng Friendship Run 2026 digelar di Kota Semarang sebagai pemanasan Borobudur Marathon 2026. Event itu diikuti sekitar seribu pelari. Gelaran serupa sebelumnya berlangsung pada Agustus di Kabupaten Boyolali.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Sekda Jawa Tengah Sumarno tercatat ikut dalam beberapa event lari sepanjang tahun ini. Keduanya menilai gelaran olahraga lari punya dampak langsung ke sektor UMKM dan pariwisata.
"Kegiatan lari itu untuk hidup sehat, selain itu UMKM kita dapat berkembang. Ini bentuk pola hidup sehat di Provinsi Jawa Tengah dan seluruh daerah," kata Ahmad Luthfi.
Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto menyebut Solo Run Fest sebagai event tahunan dan salah satu flagship kota. Ia menargetkan kualitas gelaran terus naik setiap tahun.
"Tahun depan lebih berkualitas lagi dan bisa menjadi promosi pariwisata Jawa Tengah. Kita sudah kunci empat event lari di Surakarta, yaitu Solo Run Fest, Mangkunagaran Run, Run for Humanity, dan Soekarno Run. Sehingga ekonomi terus bergulir sampai miliaran setiap event," jelas Respati usai merampungkan kategori 5K.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah Aria Chandra Destianto berharap event serupa muncul di lebih banyak daerah. Pemprov Jawa Tengah menyatakan akan mendukung penuh seluruh event lari dan sport tourism.
"Tidak hanya di Solo dan Semarang, di kota-kota lain kami tunggu kegiatan serupa," kata Aria.
Sumarno menambahkan, pihaknya mendorong gelaran trail run menjangkau seluruh wilayah provinsi. "Kita penginnya nanti di seluruh Jawa Tengah ada event trail run. Ini bagian kita untuk pengembangan sport tourism di Jawa Tengah," ujarnya.
Grecia Hutapea, peserta SRF 2026 asal Jakarta, menilai rute lari di Solo nyaman meski melintasi kawasan CFD. Ia menyoroti suasana rute yang teduh dan banyak titik pendukung.
"Lari di sini itu juga sambil lihat budayanya, sempat lewat Mangkunegaran juga," ujar Grecia yang ikut kategori 10K.
Deretan event sepanjang 2026 memperlihatkan sport tourism di Jawa Tengah tidak lagi terpusat di dua kota besar. Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah membuka peluang daerah lain menggelar ajang serupa dengan dukungan pemprov.