PATI — Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mendampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dalam peninjauan kekeringan di Desa Triguno, Kecamatan Pucakwangi. Penanganan darurat tetap berjalan melalui anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) dan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR).
Pemkab Pati menyiapkan langkah strategis agar kekeringan di wilayah itu tidak berulang setiap kemarau. Salah satunya mempercepat realisasi desalinasi air payau menjadi air siap konsumsi.
Gubernur Jawa Tengah melalui Wagub Taj Yasin menyatakan program desalinasi akan dilanjutkan bersama Universitas Diponegoro (Undip). Teknologi itu dipilih karena persoalan di Desa Triguno bukan hanya kekeringan musiman, melainkan juga kondisi air tanah yang payau.
"Kita nanti akan melanjutkan program Pemprov Jawa Tengah bersama Undip, yaitu desalinasi. Kita bikin di desa ini supaya air payau nanti bisa diubah menjadi air minum," kata Taj Yasin.
Ia menilai air payau membuat warga kesulitan mendapatkan sumber air layak konsumsi meski sumur tetap digali. Karena itu, bantuan air tangki diakui hanya menyentuh kebutuhan permukaan.
Pemkab Pati sudah berkoordinasi dengan PDAM Tirta Bening untuk memperluas jaringan air bersih. Saat ini PDAM Tirta Bening melayani sekitar 47 ribu pelanggan, dan jumlah itu ditargetkan bertambah menjangkau wilayah rentan kekeringan.
"Kami juga sudah berkoordinasi dengan PDAM terkait perluasan jaringan. PDAM Tirta Bening saat ini memiliki sekitar 47 ribu pelanggan dan jaringannya akan kami perluas," ujar Chandra.
Perluasan jaringan diarahkan mengurangi ketergantungan warga pada distribusi air tangki. Selama ini pasokan air tangki menjadi tumpuan utama saat kemarau panjang melanda Kecamatan Pucakwangi dan sekitarnya.
Taj Yasin juga menyoroti potensi bendungan di wilayah Triguno yang belum dimanfaatkan optimal. Bendungan itu memiliki kapasitas sekitar 35.000 meter kubik, namun saluran irigasinya butuh pemeliharaan dan perbaikan.
Perbaikan saluran dinilai penting agar distribusi air dari bendungan menjangkau wilayah terdampak. Tanpa pemeliharaan, kapasitas tampung yang besar tidak otomatis mengalir ke lahan dan permukiman warga.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 30 tangki air bersih disalurkan kepada warga Desa Triguno. Rinciannya, 20 tangki dari Baznas Provinsi Jateng dan 10 tangki dari Dinas PUPR Provinsi.
Ketua TP PKK Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin menegaskan program PKK Siaga dan Tanggap Bencana (Sigab) tidak berhenti pada distribusi bantuan. Kader PKK di Pati didorong memiliki kemampuan mitigasi dan penanganan bencana.
"PKK Sigab ini adalah siaga dan tanggap bencana. Kita bukan hanya memberikan air dari mobil-mobil tangki, tetapi juga mengupayakan kader-kader PKK di Pati dilatih untuk mitigasi bencana," ungkap Nawal.
Nawal bersama kader PKK turut membantu warga memindahkan air ke wadah untuk kebutuhan sehari-hari. Buku panduan PKK Sigab juga diserahkan sebagai penguatan edukasi kebencanaan di tingkat desa.
Kegiatan itu dihadiri Plt Ketua TP PKK Kabupaten Pati Dwi Risma Ardhi Chandra, unsur Forkopimda Pati, Pj Sekda Pati, para kepala OPD, Tim Penggerak PKK Kabupaten Pati, Tim Penggerak PKK Kecamatan Pucakwangi, serta perwakilan desa terdampak.