PATI — Ketua PSP Muhammad Syahidul Anam memimpin langsung penyaluran bantuan air bersih hasil swadaya anggota. Ia menyebut PSP sudah beberapa kali turun setiap musim kekeringan dan krisis air di Pati, dengan fokus pada wilayah yang benar-benar membutuhkan.
Air bersih dikirim menggunakan tangki dan dibiayai dari sedekah anggota PSP. Untuk penyaluran di lapangan, PSP menggandeng LAZIS MWCNU Pucakwangi sebagai jaringan setempat.
Mengapa Desa Triguno dan Kletek Jadi Sasaran Bantuan
Pegiat LAZIS MWCNU Pucakwangi, Saiful Maarif, menyatakan kedua desa dipilih karena termasuk wilayah terparah yang mengalami kekeringan. Pihaknya lebih dulu melakukan pengecekan sebelum penyaluran dimulai.
Pengecekan mencakup tiga hal: apakah lokasi benar-benar krisis air, apakah tersedia titik penampungan untuk menerima kiriman, dan bagaimana struktur sosial warga setempat. Pemeriksaan itu menentukan apakah warga memang perlu dibantu atau mampu mengatasinya sendiri.
"Kami harus memastikan apakah di lokasi itu benar-benar krisis air apa tidak, lalu jika iya, apakah di situ ada lokasi penampungan untuk menerima kiriman bantuan air apa tidak, termasuk kami melihat bagaimana struktur masyarakatnya untuk memastikan apakah mereka memang membutuhkan bantuan atau mereka sendiri mampu mengatasinya. Baru kemudian kami eksekusi," kata Ipul, sapaan akrabnya.
Jaringan NU di Balik Kerja Sama PSP dan LAZIS
Kerja sama PSP dan LAZIS MWCNU Pucakwangi bukan yang pertama. Kedua lembaga sudah beberapa kali menjalankan penyaluran air bersih dan sejumlah kegiatan lain di Pati.
Ipul menyebut PSP merupakan salah satu basis DPC Sarbumusi NU Pati, sementara LAZIS MWCNU Pucakwangi bagian dari LAZIS NU. Kedekatan itu memudahkan koordinasi di lapangan.
"PSP ini salah satu basisnya DPC Sarbumusi NU Pati, LAZIS kami juga bagian dari LAZIS-nya NU. Jadi kami nyambung, sama-sama anaknya NU. Namun berbagi air bersih itu tak hanya untuk warga NU. Semua orang boleh menikmati," ujarnya.
Swadaya Anggota Jadi Sumber Dana Dropping Air
Syahidul Anam menjelaskan, biaya dropping air bersih berasal dari sedekah anggota PSP. Pola itu dipakai berulang setiap kali kekeringan melanda Pati.
"Kami berusaha untuk terlibat membantu. Caranya dengan dropping air bersih yang dibiayai dari sedekah anggota. Sedangkan untuk penyalurannya kami biasa berjejaring dengan sahabat-sahabat di lokasi. Kalau di Pucakwangi, kami biasa dengan LAZIS MWCNU Pucakwangi," katanya.
Bantuan air bersih menyasar warga lintas latar belakang, tidak terbatas kalangan NU. LAZIS MWCNU Pucakwangi menegaskan semua orang boleh menikmati kiriman air tersebut.