SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memimpin rapat kerja di ruang kerjanya pada Rabu (7/10/2026) untuk memastikan kesiapan pasokan industri lokal genteng tanah liat. Dalam pengarahannya, Luthfi menekankan pentingnya pemetaan produksi, alur distribusi, serta efisiensi pembiayaan agar pelaksanaan di lapangan berjalan presisi tanpa membebani anggaran daerah.
Inisiatif gentengisasi tidak sekadar dirancang untuk memenuhi kebutuhan material perumahan rakyat. Kebijakan ini menjadi stimulus strategis untuk mendongkrak daya saing dan kualitas produksi Industri Kecil dan Menengah (IKM) genteng tanah liat di Jawa Tengah.
Data Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2025 mencatat 3.257 dari total 7.532 unit rumah memanfaatkan genteng tanah liat sebagai atap utama. Untuk kebutuhan Program Bedah Rumah tahun 2026, akumulasi kebutuhan genteng diproyeksikan melonjak hingga sekitar 4,7 juta keping.
Angka tersebut menjadi peluang pasar besar bagi pengrajin lokal. Pada peluncuran akhir November 2026, kebutuhan awal program gentengisasi diperkirakan mencapai 1,1 juta keping.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah July Emmylia menyampaikan bahwa lonjakan permintaan material dari program pemerintah akan menciptakan dampak ekonomi turunan yang signifikan. Rantai pasok program ini melibatkan banyak sektor usaha masyarakat.
"Kalau potensi ekonomi, pasti ini akan memberikan multiplier effect. Mulai dari UKM-nya sendiri, kemudian angkutan, hingga toko-tokonya, semua bergerak," ujar July.
Berdasarkan hasil identifikasi Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa III, terdata 21 unit usaha produsen genteng tanah liat yang tersebar di delapan kabupaten sentra. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Banyumas, Pekalongan, Banjarnegara, Kebumen, Jepara, Grobogan, Sukoharjo, hingga Kabupaten Magelang.
Dukungan pembiayaan dari Bank Jateng senilai Rp241,08 juta disiapkan untuk memperkuat permodalan para produsen. Sertifikasi mutu SNI juga menjadi syarat agar produk genteng lokal mampu bersaing memenuhi standar material perumahan rakyat.
Pemprov Jawa Tengah menargetkan peluncuran program gentengisasi pada akhir November 2026. Pemetaan produksi dan alur distribusi terus dimatangkan agar serapan pasar genteng lokal berjalan tanpa kendala pasokan.