SEMARANG — Lonjakan 48.009 ton itu tidak muncul dari satu komoditas saja. KAI Daop 4 Semarang mengoperasikan layanan angkutan barang dengan relasi dan jenis muatan yang beragam, mulai dari semen, bahan bakar minyak, petikemas, hingga barang retail.
Rata-rata 28 perjalanan kereta api angkutan barang beroperasi setiap hari. Jaringan perjalanan itu menghubungkan sejumlah pusat distribusi di Pulau Jawa dan menjadi bagian dari layanan logistik bagi pelaku usaha.
Pengangkutan semen dilayani melalui KA Bungtalun Service, Bramnambo Service, dan Arja Poncol. Untuk BBM, layanan didukung KA Gamao Tanker dengan relasi Maos–Larangan maupun arah sebaliknya.
Komoditas petikemas diangkut melalui KA Priukmas Cargo, Brumbung Cargo, Kalmas Cargo, Benteng Cargo, dan Aksa Cargo. Adapun angkutan retail dilayani KA Parcel Utara pada relasi Surabaya Pasar Turi–Jakarta Gudang dan arah sebaliknya.
Layanan KA Blambangan Ekspress juga mengangkut komoditas retail pada relasi Ketapang–Pasar Senen serta arah sebaliknya. Pengiriman retail turut didukung kereta api penumpang reguler, termasuk KA Pandalungan pada relasi Jakarta–Jember dan sebaliknya.
Keberagaman layanan tersebut memberi pilihan moda pengiriman bagi pelaku usaha. Pola perjalanan kereta api yang terjadwal membantu perencanaan pengiriman dalam rantai pasok industri dan perdagangan.
Luqman Arif menegaskan pihaknya terus mengoptimalkan operasional dan memperkuat kolaborasi dengan mitra.
"Pertumbuhan volume angkutan barang hingga September 2026 menunjukkan perkembangan positif pada layanan logistik KAI Daop 4 Semarang. Kami terus berupaya mengoptimalkan operasional dan memperkuat kolaborasi dengan para mitra agar layanan angkutan barang dapat mendukung kebutuhan distribusi secara andal dan terencana," ujar Luqman Arif, Jumat (9/10).
Daop 4 Semarang menjadi salah satu simpul distribusi yang menghubungkan wilayah pesisir utara Jawa dengan pusat-pusat logistik di Jakarta, Surabaya, dan Jember. Relasi yang dilayani mencakup Maos, Larangan, Brumbung, hingga Pasar Turi dan Pasar Senen.
Kenaikan volume angkutan barang sebesar 21,66 persen dibanding periode yang sama 2025 menunjukkan aktivitas logistik melalui jalur kereta api di wilayah operasional Daop 4 Semarang tumbuh.