Pencarian

Penyelenggara Mahjong On The Street Semarang Bantah Terafiliasi Judi Online, Sebut Poster Dibuat Pakai AI

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 08:46:01 WIB
Penyelenggara Mahjong On The Street Semarang Bantah Terafiliasi Judi Online, Sebut Poster Dibuat Pakai AI
Penyelenggara Mahjong On The Street Semarang, Melly Pangestu, membantah kegiatan tersebut terafiliasi judi online.

SEMARANG — Penyelenggara Mahjong On The Street, Melly Pangestu, menegaskan gambar pada poster dan media luar ruang yang memicu tudingan tersebut merupakan kesalahan saat proses penyuntingan menggunakan artificial intelligence (AI). Pihaknya membantah kegiatan itu berkaitan dengan perjudian.

Melly menjelaskan, kompetisi yang digelar di kawasan Semawis itu murni ajang permainan Mahjong. Ia menyebut kafe tempatnya bernaung bernama Mabar 33, singkatan dari Main Bareng di Jalan Seroja 3 Nomor 3 Semarang.

Kesalahan Produksi Poster Berbahan AI

Menurut Melly, kekeliruan pada materi publikasi terjadi ketika timnya mengolah gambar pendukung menggunakan AI. Gambar itu kemudian beredar dan memicu tafsir yang melenceng dari konteks kegiatan.

“Sebenarnya itu kesalahan saat membuat posternya menggunakan AI. Cafe Mahjong kami memang namanya Mabar 33, kepanjangan dari Main Bareng di Jalan Seroja 3 Nomor 3 Semarang,” kata Melly.

Ia mengaku heran karena beberapa akun media sosial justru menggiring opini dan menyangkutpautkan kegiatan tersebut dengan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti.

Wali Kota Disebut Bermain di Lokasi Berbeda

Melly menyatakan, pemberitaan yang beredar sebenarnya terkait tren bermain Mahjong di Kota Semarang. Karena itu, gambar pendukung yang menampilkan Wali Kota Semarang tengah bermain Mahjong dianggap wajar.

Ia menegaskan lokasi Wali Kota bermain berbeda dari lokasi kompetisi Mahjong On The Street. Menurut dia, Agustina sebelumnya sempat mencoba permainan Mahjong di Legacy bersama sejumlah tokoh Semarang.

“Isi pemberitaannya kan terkait tren bermain Mahjong di Kota Semarang. Makanya wajar kalau dalam gambar pendukung, ada Wali Kota Semarang yang tengah bermain Mahjong. Padahal lokasi bermainnya (Wali Kota) pun di tempat berbeda, itu kan berita positif di giring jadi negatif,” ungkapnya.

Kegiatan Sekadar Mengenal Permainan Tradisional

Melly menjelaskan, kegiatan Wali Kota Semarang bersama sejumlah tokoh itu sebatas mengenal permainan tradisional yang berasal dari budaya Tiongkok. Tidak ada kaitan dengan aktivitas perjudian.

Namun, sejumlah akun Instagram disebut menggiring opini seolah Wali Kota bermain Mahjong di lokasi yang sama dengan kompetisi Mahjong On The Street. Melly menyayangkan narasi yang mengubah konteks pemberitaan menjadi negatif.

“Berita positif mereka giring jadi negatif,” katanya.

Komunitas Mahjong Semarang Kian Beragam

Di luar polemik poster, Melly menyebut komunitas Mahjong di Semarang kini berkembang dengan segmen pemain yang semakin beragam. Kompetisi di kawasan Semawis menjadi salah satu ruang pertemuan para pemain.

Penyelenggara berharap publik menilai kegiatan itu sebagai ajang permainan dan pertemuan komunitas, bukan aktivitas yang berkaitan dengan judi online.

Follow semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritajateng.tv

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks