JAWA TENGAH — Bayi yang tiba-tiba menangis saat digendong nenek, tante, atau tetangga sering bikin ibu panik dan canggung. Kondisi ini disebut stranger anxiety, tahap perkembangan normal yang justru menandakan ikatan emosional bayi dengan ibunya sehat. Simak penyebab dan tujuh cara mengatasinya.
Kecemasan bayi terhadap orang asing muncul karena otaknya sedang berkembang pesat. Ia mulai bisa membedakan wajah yang dikenalnya setiap hari dengan wajah yang baru dilihatnya.
Pada bulan-bulan pertama, bayi belum punya ingatan jangka pendek yang matang. "Jika Anda mengambil mainan, bagi anak tersebut mainan itu seolah tidak ada lagi," kata Ari Brown, M.D., dokter anak dan penulis buku Baby 411: Clear Answers and Smart Advice for Your Baby's First Year, dikutip dari BabyCenter.
Seiring matangnya otak, bayi mulai memahami object permanence, yaitu kesadaran bahwa sesuatu tetap ada meski tidak terlihat. Pemahaman ini muncul sekitar usia 8 atau 9 bulan.
Ketika bayi mulai merindukan kehangatan ibunya saat ibu tidak berada di ruangan yang sama, muncul dua jenis ketakutan yang wajar: takut pada orang asing dan takut berpisah dari pengasuh utama.
Lisa M. Asta, M.D., profesor klinis pediatri di University of California, San Francisco, mengatakan wajar jika teman dan keluarga ingin menggendong bayi. Namun perhatian berlebihan bisa membuat bayi kewalahan.
Perhatikan tanda-tanda berikut saat bayi berada di dekat orang baru:
Jika bayi menolak ajakan interaksi, beri tahu orang tersebut bahwa bayi butuh waktu untuk merasa nyaman. Tidak perlu memaksa atau meminta maaf berlebihan.
Minta orang tersebut berbicara kepada bayi saat bayi sedang merasa aman di pangkuan atau gendongan ibu. Sentuhan fisik langsung sebaiknya ditunda sampai bayi lebih rileks.
Nada suara dan bahasa tubuh yang menenangkan membantu bayi memahami bahwa orang baru tersebut aman. Hindari gerakan tiba-tiba atau suara keras yang bisa membuatnya kaget.
Jika orang tersebut adalah calon pengasuh atau ART, atur beberapa pertemuan awal dengan ibu tetap hadir. Cara ini memberi bayi kesempatan merasa nyaman secara bertahap.
Saat bayi menangis, tanggapi dengan cara yang menenangkan. Hindari mengabaikan rasa tidak nyaman yang ia rasakan karena bisa memperkuat rasa takutnya.
Cari berbagai kesempatan untuk memperkenalkan bayi pada orang-orang baru. Semakin sering ia bertemu wajah berbeda, semakin cepat ia terbiasa.
Seperti orang dewasa, bayi punya temperamen dan tingkat kemampuan bersosialisasi sendiri. Biarkan ia menjalin interaksi sesuai kenyamanannya, dan jangan pernah memaksa.
Stranger anxiety umumnya mereda seiring bertambahnya usia dan kemampuan sosial bayi. Namun, konsultasikan ke dokter anak jika kecemasan ini disertai tangisan ekstrem yang sulit ditenangkan, bayi menolak makan atau tidur, atau kecemasan berlanjut hingga usia balita.
Kecemasan bayi pada orang asing bukan tanda ia manja atau kurang bergaul. Justru sebaliknya, ini bukti ikatan emosional yang sehat antara bayi dan ibunya. Hadapi dengan sabar dan lembut, karena tahap ini akan terlewati dengan sendirinya.