Anak 6 Tahun di Tuntang Terperosok Sumur 13 Meter, Evakuasi Damkar Salatiga Berjalan Lancar

Penulis: Irfan Hakim  •  Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:16:31 WIB
Petugas Damkar mengevakuasi anak berusia 6 tahun yang terperosok ke sumur sedalam 13 meter di Tuntang.

TUNTANG — Bocah berinisial A itu terperosok saat menginjak penutup sumur yang ambrol. Warga sekitar langsung berdatangan setelah teman korban, K (6), berteriak meminta pertolongan.

Kedalaman sumur yang mencapai 13 meter membuat warga tidak berani menurunkan korban sendiri. Mereka meminta bantuan petugas pemadam kebakaran setempat.

Penutup Sumur Lapuk Jadi Penyebab

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja PP Kota Salatiga, Ponco Margono Hasan, menyebut penutup sumur diduga sudah lama lapuk. Sumur tersebut juga diketahui tak lagi dipakai warga untuk mengambil air.

"Kemungkinan kayu penutup tersebut sudah lapuk, sehingga ambrol saat anak injak kala sedang bermain," kata Ponco melalui sambungan telepon.

Menurut informasi warga, peristiwa bermula saat A dan K bermain di sekitar sumur. Saat itulah A menginjak penutup sumur hingga terperosok ke dasar.

Evakuasi Fokus pada Keselamatan Anak

Proses evakuasi melibatkan petugas Damkar Pemkot Salatiga dan Pos Damkar Bringin, Kabupaten Semarang. Tim bergerak cepat setelah mendapat laporan warga.

"Anak tersebut bisa kami evakuasi dari dasar sumur. Proses evakuasi dapat berjalan dengan lancar, tim penolong fokus pada keselamatan anak," ujar Ponco.

Korban berhasil diangkat dari dasar sumur dalam kondisi selamat. Sejumlah luka yang dialaminya membuat ia harus menjalani perawatan medis di RSUD dr Soebarkat Tjitrodarmodjo, Kota Salatiga.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi warga soal keberadaan sumur tua tanpa penutup layak. Sumur yang tak lagi digunakan sebaiknya ditutup permanen atau diberi pengaman agar tidak memakan korban, terutama anak-anak yang bermain di sekitarnya.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: beritajateng.tv This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top