JAWA TENGAH — Film What Belongs to Others garapan sutradara Polandia Grzegorz D?bowski meraih Warsaw Grand Prix di kompetisi internasional Warsaw International Film Festival edisi ke-42. Penghargaan puncak itu diumumkan dalam malam anugerah pada Sabtu (waktu setempat), sekaligus menutup rangkaian festival yang berlangsung hingga Minggu. Juri memuji karya tersebut sebagai potret perempuan penuh nuansa yang menemukan kemungkinan hidup baru lewat identitas orang lain.
Warsaw International Film Festival ke-42 menutup kompetisinya dengan deretan pemenang dari berbagai penjuru dunia. Grand Prix Warsaw jatuh ke tangan Grzegorz D?bowski lewat What Belongs to Others, sementara penghargaan sutradara terbaik diberikan kepada sineas China, Cai Chengjie, untuk Suzhou Quartet.
What Belongs to Others mengikuti seorang pencuri asal Polandia yang mengambil alih identitas kekasih seorang pria tak dikenal yang telah meninggal. Keputusan itu membawa konsekuensi yang tak terduga bagi hidupnya.
Juri memberikan penghargaan tertinggi karena penceritaan yang presisi dan halus, penampilan para pemain yang luar biasa, serta potret kompleks tanpa penghakiman terhadap seorang perempuan penuh cela yang bertransformasi saat menyusup ke kehidupan orang lain.
Cai Chengjie dinilai membawa konsep orisinal dan ambisius lewat Suzhou Quartet, yang dihidupkan melalui sinematografi memukau dan eksperimen berani pada bentuk naratif. Film ini disebut sebagai meditasi kaya lapisan tentang hidup dan kematian.
Kisahnya berpusat pada empat orang yang bertemu secara kebetulan di sebuah kedai mi kecil, lalu menyadari bahwa mereka ternyata kenalan lama yang telah lama terpisah.
Penghargaan juri khusus diberikan kepada Maria D?bska atas penampilannya di Through the Wall, arahan Maciej Sobieszcza?ski. Film itu mengisahkan dua tahanan politik muda pada era teror Stalinis di Polandia yang saling jatuh cinta.
Juri menilai D?bska menghadirkan karakter kompleks dengan kepekaan besar, tanpa berlebihan, dan peran itu tetap membekas di benak penonton jauh setelah film berakhir. Through the Wall juga menerima FIPRESCI Award di festival yang sama.
Di program Competition 1-2 yang dikhususkan bagi film fiksi pertama dan kedua, penghargaan utama diraih Lorin Terezi lewat Agia. Juri menyebut debut fiksi ini jarang terasa begitu utuh, dengan struktur yang mengingatkan pada tragedi Yunani dan gambaran tentang dunia yang perlahan hilang.
Agia mengisahkan seorang perempuan muda yang memberontak terhadap tradisi patriarki, dalam dunia yang menempatkan kehormatan keluarga di atas nyawa. Special mention di program ini diberikan kepada Urša Menart untuk Everything That's Wrong With You.
Di kompetisi dokumenter, Jonas Spriestersbach menang lewat Meanwhile in Namibia yang mengupas tawaran program kerja sama pembangunan pemerintah Jerman sebagai pengganti reparasi atas pendudukan Namibia pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Special mention jatuh ke Like Any Other Mortal arahan María Molina Peiró.
Kemenangan What Belongs to Others menempatkan Grzegorz D?bowski dalam jajaran sineas yang diperhitungkan di sirkuit festival Eropa. Bagi penonton Indonesia, deretan judul ini berpeluang muncul di platform streaming dan festival film internasional dalam beberapa bulan ke depan.