BMKG Sebut 27 Wilayah Jateng Berpotensi Hujan Ringan, Warga Diminta Waspadai Karhutla

Penulis: Joko Purnomo  •  Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:47:01 WIB
Prakiraan BMKG Ahmad Yani Semarang menyebut hujan ringan berpotensi turun di 27 wilayah Jateng pada sore hingga awal malam.

SEMARANG — Prakiraan BMKG Ahmad Yani Semarang menyebut hujan ringan bakal turun di sejumlah daerah pegunungan bagian barat dan tengah pada sore hingga awal malam. Pagi sampai siang, langit Jateng umumnya cerah berawan hingga berawan.

"Pagi sampai siang cerah berawan hingga berawan," kata Ferry Oktarisa dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2026).

Daftar 27 Wilayah yang Berpotensi Hujan Ringan

BMKG merinci wilayah yang diperkirakan diguyur hujan ringan sepanjang pukul 07.00-19.00 WIB. Sebagian besar berada di jalur pegunungan dan dataran tinggi.

  • Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Purworejo, Wonosobo
  • Mungkid, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Grobogan
  • Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak
  • Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen
  • Brebes, Slawi, Magelang, Semarang, Bumiayu, Majenang

Sementara 11 wilayah lain diprediksi hanya berawan, yakni Cilacap, Kebumen, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Pemalang, Solo, Salatiga, Pekalongan, Tegal, dan Ambarawa.

Suhu di 18 Kota Capai 35 Derajat Celsius

Suhu udara di Jateng diperkirakan berkisar 16-35 derajat Celsius dengan kelembaban 45-95 persen. Sebanyak 18 wilayah diprediksi menyentuh angka tertinggi 35 derajat Celsius.

"Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Pemalang, Brebes, Solo, Semarang, Pekalongan, Tegal diperkirakan mencapai suhu 35 derajat celsius," ujar Ferry.

Waspada Kebakaran Lahan di Musim Kemarau

Ferry meminta masyarakat tidak lengah meski sebagian wilayah diguyur hujan ringan. Musim kemarau masih menyisakan risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama di area terbuka.

"Waspada potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau," ucapnya.

Warga diimbau menghindari pembakaran sampah sembarangan dan segera melapor ke petugas jika melihat titik api di lahan kering.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top