Pencarian

Hatman Pimpin ASEPHI 2026-2029, Target Satukan Ribuan UMKM Kerajinan Naik Kelas

Jumat, 23 Oktober 2026 • 08:51:31 WIB
Hatman Pimpin ASEPHI 2026-2029, Target Satukan Ribuan UMKM Kerajinan Naik Kelas
Hatman terpilih sebagai Ketua Umum ASEPHI periode 2026-2029 dalam Musyawarah Nasional di Jakarta.

JAWA TENGAH — Hatman terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) periode 2026-2029 dalam Musyawarah Nasional pergantian antarwaktu di Hotel Mercure Jakarta, 21 September 2026. Ia menggantikan Muchsin Ridjan dan akan melanjutkan masa bakti kepengurusan 2024-2029. Prioritas utama kepemimpinan baru adalah menyatukan ribuan UMKM kerajinan dalam ekosistem ASEPHI agar mampu menembus peluang pasar yang lebih luas.

Pergantian kepemimpinan ASEPHI tidak mengubah haluan organisasi. Program yang telah ditetapkan sebelumnya tetap dijalankan karena merupakan keputusan organisasi sekaligus memiliki target pengembangan untuk beberapa tahun ke depan. Kepengurusan baru memilih memperkuat fondasi yang sudah ada ketimbang melakukan perubahan drastis.

Mengapa Ribuan UMKM Jadi Tantangan Utama

Bagi Hatman, persoalan terbesar ASEPHI bukanlah mencari pasar baru, melainkan merapikan ekosistem internal. Ribuan UMKM kerajinan yang bernaung di bawah asosiasi tersebar dengan kapasitas produksi, standar kualitas, dan kesiapan ekspor yang belum seragam.

Ketidakseragaman itu membuat peluang usaha yang terbuka tidak selalu bisa diserap merata. Sebagian anggota mampu memanfaatkan akses pasar, sementara yang lain tertinggal karena keterbatasan skala dan kapasitas.

"Tantangan utama ASEPHI saat ini adalah bagaimana menyatukan ribuan UMKM yang berada dalam ekosistem organisasi agar mampu memanfaatkan lebih banyak peluang usaha," ujar Hatman dalam keterangan resmi.

Strategi Menyatukan Ekosistem Kerajinan

Penyatuan ekosistem ditempuh dengan memanfaatkan struktur program yang sudah berjalan. Sejumlah inisiatif pengembangan anggota dinilai sudah memiliki arah jelas dan tinggal diperluas jangkauannya agar lebih banyak pelaku usaha ikut terdampak.

Pendekatan ini juga menyasar kesenjangan kapasitas antaranggota. UMKM dengan produksi terbatas didorong menyesuaikan standar kualitas dan administrasi ekspor supaya bisa masuk ke rantai pasok yang lebih besar.

Kolaborasi dengan lembaga pembiayaan dan pendampingan usaha menjadi salah satu jalur yang ditempuh. Sejumlah program pemberdayaan dari perbankan sebelumnya telah membantu perajin lokal menembus pasar global, dan pola serupa berpeluang direplikasi ke lebih banyak anggota ASEPHI.

Apa Artinya bagi Pelaku Kerajinan

Bagi perajin dan eksportir kecil, kepengurusan baru membawa konsekuensi pada akses terhadap program pendampingan dan jaringan pembeli. Selama ini, pelaku usaha yang terhubung aktif dengan asosiasi lebih mudah mendapatkan informasi tender, pameran dagang, hingga kontak pembeli luar negeri.

Penyatuan data dan standar anggota berpotensi mempermudah proses kurasi produk saat mengikuti pameran internasional. Pembeli biasanya menuntut konsistensi kualitas dan kapasitas pasokan sebelum menandatangani kontrak jangka panjang.

Namun, hasilnya bergantung pada kecepatan konsolidasi internal. Semakin cepat data dan standar anggota dirapikan, semakin besar peluang UMKM kerajinan naik kelas dari pemasok kecil menjadi mitra ekspor yang stabil.

Kelanjutan Masa Bakti 2024-2029

Hatman mengisi sisa masa bakti kepengurusan yang sebelumnya dipimpin Muchsin Ridjan. Pemilihan berlangsung lewat Musyawarah Nasional pergantian antarwaktu, mekanisme internal yang memungkinkan pergantian pimpinan tanpa menunggu periode penuh berakhir.

Dengan komposisi kepemimpinan baru, ASEPHI memilih jalur kesinambungan. Arah kebijakan organisasi tetap mengacu pada rencana pengembangan yang sudah ditetapkan, sementara eksekusi di lapangan menjadi ujian bagi kepengurusan baru dalam beberapa tahun ke depan.

Follow semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks