JAWA TENGAH — Harry Kane meraih Ballon d'Or 2026 dalam malam penganugerahan di London Palladium Theatre, Selasa (27/10/2026) pagi WIB. Penyerang Bayern Munich itu mengalahkan Kylian Mbappe dan Lamine Yamal, sekaligus menjadi pesepakbola Inggris pertama yang memenangi trofi ini sejak Michael Owen pada 2001.
Kemenangan Kane bukan hanya milik Inggris. Bundesliga ikut menangguk berkah karena akhirnya melahirkan kembali pemenang Ballon d'Or setelah tiga dekade penantian.
Terakhir kali seorang pemain Bundesliga membawa pulang trofi bola emas adalah Mathias Sammer pada 1996. Saat itu Sammer memperkuat Borussia Dortmund, tak lama setelah klubnya menjuarai Liga Champions.
Kane kini memutus rentetan itu. Publik Inggris bersukacita, tapi kegembiraan serupa dirasakan Jerman karena Bundesliga berhasil pecah telur di ajang individu paling bergengsi sepakbola dunia.
Bagi Bayern Munich, pencapaian Kane menutup penantian yang lebih panjang lagi. Pemain terakhir dari tim Bavaria yang meraih Ballon d'Or adalah Karl-Heinz Rummenigge pada 1981, atau 45 tahun silam.
Kane menjadi pesepakbola Inggris kelima yang memenangi award ini setelah Sir Bobby Robson, Sir Stanley Matthews, Kevin Keegan, dan Michael Owen. Deretan nama itu menempatkan kapten Timnas Inggris tersebut dalam jajaran elite sepakbola negaranya.
CEO Bayern, Jan-Christian Dreesen, menyebut kemenangan Kane sebagai buah konsistensi bertahun-tahun. Menurutnya, kontribusi Kane tidak berhenti pada gol dan assist.
"Harry Kane sangat pantas memenangi award ini, setelah bertahun-tahun memecahkan rekor demi rekor. Selain soal gol dan assist, kepribadian Kane juga sangat luar biasa," ujar Dreesen, seperti dikutip situs resmi klub.
"Fakta bahwa dia jadi pemain Bundesliga pertama yang memenanginya pertama kali dalam 30 tahun terakhir, jadi sinyal penting untuk seluruh Bundesliga."
Dreesen menambahkan, "Harry adalah salah satu pribadi luar biasa dalam sepakbola dan jadi panutan di luar lapangan."
Kompetisi tahun ini mempertemukan Kane dengan Kylian Mbappe dan Lamine Yamal di bursa favorit. Kemenangan Kane memberi sinyal bahwa dominasi pemain dari liga-liga mapan Eropa Barat tidak lagi otomatis.
Bagi Bundesliga, trofi ini menjadi modal reputasi untuk menarik perhatian pasar global. Bayern dan liga Jerman kini punya cerita baru: bukan hanya soal dominasi domestik, tapi juga pengakuan individu di level tertinggi.