KUDUS — Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Ruang Terbuka Hijau (PPRTH) Dinas PKPLH Kabupaten Kudus Mukhlisin menyebut pihaknya telah melakukan antisipasi sejak masa peralihan musim. Selain tim internal, pemangkasan melibatkan sejumlah perusahaan dan entitas lain, termasuk pengelola jaringan listrik.
Dua tim perimbasan itu terdiri atas 11 pekerja dan satu mandor. Jumlah tersebut dinilai belum sebanding dengan kebutuhan penanganan pohon di seluruh ruas jalan kabupaten.
“Memasuki masa peralihan dari kemarau ke musim penghujan, kami sudah melakukan antisipasi. Kami juga dibantu beberapa perusahaan dan entitas lainnya, termasuk pihak yang memiliki jaringan listrik,” ujar Mukhlisin.
Mukhlisin menekankan pemangkasan tidak boleh hanya berorientasi pada pengamanan jaringan listrik. Pemangkasan yang membuat bentuk pohon tidak seimbang justru meningkatkan risiko tumbang saat angin kencang.
“Kami berharap pemangkasan tetap memperhatikan estetika dan kesehatan pohon. Penggunaan alat juga harus steril agar tidak menyebabkan pohon rusak, sakit, bahkan mati,” jelasnya.
Alat potong yang tidak steril, menurut dia, bisa memicu luka pada batang dan mempermudah serangan penyakit. Karena itu, tim di lapangan diminta memeriksa kebersihan peralatan sebelum bekerja.
Selain mengantisipasi pohon tumbang, Dinas PKPLH menindaklanjuti laporan dahan yang menutupi lampu penerangan jalan umum (LPJU). Permohonan perimbasan diterima melalui surat maupun koordinasi lisan dari Dinas Perhubungan.
Penanganan telah dilakukan di kawasan Simpang Tujuh dan sejumlah persimpangan lain. Perimbasan juga berlangsung di Jalan Sunan Muria, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Loekmonohadi.
Jalan Cokroaminoto masih masuk daftar perhatian untuk penanganan bertahap. Mukhlisin menyebut ruas itu pernah dipangkas sebelumnya, tetapi seluruh lokasi tidak bisa diselesaikan sekaligus.
“Kami sudah punya dokumentasi bahwa Jalan Cokroaminoto pernah dilakukan pemangkasan. Namun, memang tidak bisa langsung menyelesaikan seluruh ruas jalan karena ada lokasi lain yang juga membutuhkan penanganan serupa,” ungkapnya.
Jumlah personel dan armada yang terbatas membuat jadwal pengerjaan harus disesuaikan dengan skala prioritas. Titik yang dinilai paling membahayakan pengguna jalan didahulukan.
Masyarakat bisa memantau jadwal dan progres pemangkasan melalui akun TikTok PKPLH Kudus. Informasi dibagikan berkala sebagai bentuk keterbukaan atas penanganan pohon di berbagai wilayah.
“Kami tetap melakukan pemangkasan secara bertahap. Mohon masyarakat bersabar karena keterbatasan personel. Setiap hari kami juga membagikan jadwal dan progres pekerjaan yang sudah dilakukan,” pungkas Mukhlisin.