Posyandu Kudus Borong Dua Juara I Tingkat Jateng, Kecamatan Dawe Ikut Jadi Percontohan

Penulis: Hendra Wijaya  •  Rabu, 04 November 2026 | 11:16:01 WIB
Trofi Juara I Lomba Posyandu tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Kudus di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang.

KUDUS — Dua trofi Juara I itu diraih Kudus pada Apresiasi Lomba Posyandu tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026. Kemenangan ini menempatkan Kudus dan Kecamatan Dawe sebagai percontohan pembinaan Posyandu di tingkat provinsi.

Penyerahan penghargaan berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, dalam rangkaian rapat koordinasi Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Tengah. Nawal Arafah Yasin menyerahkan langsung trofi kepada Endhah Sam'ani Intakoris yang hadir mewakili pemerintah kabupaten.

Dua Kategori yang Dimenangkan Kudus

Kudus keluar sebagai juara pada kategori Tim Pembina Posyandu Kabupaten Terbaik. Gelar kedua datang dari Kecamatan Dawe yang dinilai terbaik pada kategori Tim Pembina Posyandu Kecamatan.

Dua kemenangan ini menjadikan Kudus satu-satunya daerah yang membawa pulang lebih dari satu trofi Juara I dalam ajang tersebut. Kecamatan Dawe mewakili kabupaten di level kecamatan setelah melalui penilaian berjenjang.

Transformasi Layanan Enam Bidang SPM Jadi Penilaian Utama

Penilaian lomba menyorot kemampuan Posyandu menerapkan transformasi layanan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Endhah menyebut capaian ini buah kerja keras seluruh tim pembina di tingkat kabupaten hingga kecamatan.

"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh Tim Posyandu Kabupaten Kudus yang telah bekerja keras mewujudkan pelayanan terbaik untuk transformasi Posyandu enam bidang SPM," ucap Endhah.

Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat pembinaan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sinergi antarinstansi dinilai kunci agar kendala di lapangan cepat teratasi.

Koordinasi Jadi Kunci Pembinaan ke Depan

Endhah menekankan pentingnya komunikasi yang harmonis antara tim pembina kabupaten, kecamatan, hingga kader di tingkat desa. Pola koordinasi itu dianggap menentukan kualitas layanan Posyandu ke depan.

"Koordinasi dan komunikasi harus selalu terjalin harmonis. Dengan demikian, segala permasalahan yang terjadi di lapangan dapat terselesaikan dengan baik," tandasnya.

Bagi warga Kudus, capaian ini berdampak langsung pada layanan kesehatan ibu dan anak di tingkat desa. Posyandu yang pembinaannya kuat memudahkan pemantauan gizi balita, kesehatan ibu hamil, hingga penanganan stunting di tingkat RT/RW.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: joglojateng.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top