Mercedes-Benz Kembangkan Kaca Belakang Pintar yang Bisa Kirim Pesan ke Pengemudi di Belakang

Penulis: Hendra Wijaya  •  Kamis, 05 November 2026 | 11:35:31 WIB
Mercedes-Benz memamerkan purwarupa kaca belakang pintar berbasis mini-LED yang dapat menampilkan pesan bagi pengendara di belakang.

JAWA TENGAH — Mercedes-Benz memperkenalkan teknologi kaca belakang pintar yang mampu menampilkan pesan LED untuk pengendara di belakang, dari peringatan jarak aman hingga simbol lampu jauh dicoret. Sistem ini memakai mini-LED yang tersembunyi saat tidak aktif sehingga tidak mengganggu pandangan pengemudi. Teknologi ini belum diumumkan waktu peluncurannya, tetapi sudah dipamerkan sebagai purwarupa.

Mercedes-Benz memamerkan sistem kaca belakang pintar yang mengubah kaca mobil menjadi papan pesan digital. Mini-LED tertanam di dalam kaca menyala saat dibutuhkan untuk membentuk pesan, lalu tak terlihat ketika mati agar pandangan ke belakang tetap bersih. Teknologi ini diperkenalkan sebagai bagian dari rangkaian inovasi kaca cerdas pabrikan asal Jerman tersebut.

Pesan yang ditampilkan bukan kalimat bebas, melainkan sudah ditentukan pabrikan. Fokusnya keselamatan berkendara, meski nada penyampaiannya terkesan menyindir pengendara di belakang.

Pesan Keselamatan dengan Nada Menyindir

Pengendara yang terus menempel dari belakang bisa dikirimi pesan "jaga jarak" sebagai pengingat halus. Bagi yang menyalakan lampu jauh tepat di belakang, kaca akan menampilkan simbol lampu dengan garis merah tebal melintang.

Pilihan pesan lain mencakup peringatan adanya penyeberang jalan, kecelakaan di depan, atau tanda bahwa mobil di depannya akan mundur ke tempat parkir. Mercedes tidak menyebut apakah pengemudi boleh membuat pesan sendiri, dan alasannya cukup jelas: risiko penyalahgunaan.

Kekhawatiran itu masuk akal. Begitu teknologi ini beredar di jalan, bukan tidak mungkin ada pengembang iseng yang membobol sistem untuk mengirim pesan kasar ke pengemudi BMW, Audi, atau Lexus di belakang.

Kaca Samping dan Depan Ikut Dikerjakan

Insinyur Mercedes tidak berhenti di kaca belakang. Kaca samping dan kaca depan juga mendapat perlakuan serupa, dengan LED berukuran jauh lebih kecil. Untuk kaca depan, pabrikan ingin mengubah area luas menjadi permukaan komunikasi, bukan sekadar head-up display sempit di depan pengemudi.

Caranya, proyektor di bagian atas dasbor memancarkan konten ke atas, lalu film transparan yang dilaminasi ke kaca memantulkan panjang gelombang proyeksi memakai holographic optical elements (HOE). Hyundai pernah menampilkan konsep serupa tahun lalu.

Cahaya dibundel sedemikian rupa sehingga gambar tetap terlihat dalam segala kondisi, termasuk saat matahari terang. Bagian paling cerdik: konten yang diproyeksikan ke sisi penumpang tidak bisa dilihat pengemudi, dan sebaliknya.

Artinya, penumpang bisa menonton video atau film selama mobil berjalan. Meski begitu, belum jelas apakah fitur ini benar-benar akan dipakai. Pabrikan sudah mendorong layar digital mahal di sisi penumpang selama beberapa tahun terakhir, tetapi satu studi menemukan layar tersebut jarang digunakan.

Video Call hingga Titik Minat di Rute

Selain hiburan, Mercedes menyebut pemanfaatan lain seperti panggilan video dan menampilkan titik minat di sepanjang rute. Potensi ini diperkirakan bakal berkembang dalam beberapa tahun ke depan, ketika restoran, hotel, dan tempat wisata membayar agar muncul sebagai saran persinggahan di mobil berbagai merek.

Mercedes belum memberi tenggat waktu kapan teknologi ini masuk produksi. Namun jika sudah dipamerkan, biasanya ada niat produksi di baliknya. Perkiraan realistis: pengemudi di belakang Anda bisa menerima teguran digital sebelum akhir dekade ini.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: carscoops.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top