JAWA TENGAH — Pantai Citepus di Kelurahan Citepus, Kecamatan Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dikenal sebagai titik berburu senja dengan gradasi langit jingga di tepi Teluk Palabuhanratu. Tiket masuk pantai Rp15.000 ditambah parkir Rp25.000, dan lokasinya sekitar 60 kilometer dari pusat Kota Sukabumi atau dua jam perjalanan darat. Menjelang sore, kawasan ini paling ramai dipadati pengunjung yang menunggu matahari turun.
Pantai Citepus berdiri di tepi Teluk Palabuhanratu yang menghadap langsung Samudra Hindia, di pesisir selatan Jawa Barat. Alamatnya di Jalan Raya Cisolok, Pelabuhanratu No. 16, dan pantai bisa dikunjungi sepanjang hari. Kawasan ini sudah dilengkapi penginapan, warung makan, toko suvenir, musala, area bermain anak, pos SAR, serta lahan parkir luas.
Yang membuat Citepus berbeda bukan pasirnya, melainkan langitnya. Pada sore cerah, warna di atas teluk berpindah perlahan: biru pekat di sisi atas luntur jadi ungu muda, lalu kuning, lalu jingga tipis di garis cakrawala. Awan yang tersapu angin ikut menangkap cahaya, sebagian lembayung di ketinggian, sebagian keemasan dekat horizon.
Di bawah langit itu, gelombang kecil datang berlapis ke arah pantai dan memantulkan sisa cahaya dalam warna biru kelabu. Deretan perbukitan di kejauhan menggelap jadi siluet, dengan satu cerobong tinggi berdiri di tepi teluk.
Siluet gelap memanjang tampak mengapung di garis pertemuan laut dan langit, seperti kapal yang berhenti menunggu malam. Setiap menit komposisinya bergeser, dan tidak ada dua sore di Citepus yang persis sama.
Berenang bukan pilihan yang disarankan. Gelombang dan arus di Teluk Palabuhanratu tergolong kuat sehingga berbahaya bagi perenang.
Sebagian pengelola pantai melarang pengunjung memakai pakaian hijau. Larangan itu berakar pada kepercayaan setempat tentang Nyi Roro Kidul, tapi punya alasan praktis: warna hijau menyatu dengan air laut sehingga perenang yang terseret arus sulit terlihat.
Artinya, senja di Citepus adalah tontonan yang menuntut kewaspadaan. Bagi pengunjung, sore adalah waktu bersantai. Bagi pesisir Pelabuhan Ratu, sore adalah jam kerja yang berganti giliran.
Dari pusat Kota Sukabumi, jarak ke Pantai Citepus sekitar 60 kilometer atau kurang lebih dua jam perjalanan darat. Rute utama melewati Jalan Raya Cisolok yang menyusur pesisir. Kendaraan pribadi jadi opsi paling fleksibel karena pantai buka sepanjang hari.
Tiket masuk Pantai Citepus Rp15.000 dan parkir Rp25.000. Tarif tersebut dapat berubah mengikuti ketentuan pemerintah daerah, jadi sebaiknya konfirmasi ulang via dinas pariwisata setempat sebelum berangkat.
Fasilitas di sekitar pantai cukup lengkap untuk kunjungan keluarga: penginapan, warung makan dan minuman, toko suvenir, musala, area bermain anak, pos SAR, dan parkir luas.
Datanglah menjelang petang karena senja adalah waktu paling ramai sekaligus paling dinanti. Bawa jaket tipis karena angin laut terasa setelah matahari turun. Hindari pakaian hijau, patuhi arahan petugas, dan jangan memaksa berenang saat arus terlihat kuat.
Jika ingin melihat sisi lain Pelabuhan Ratu, tempat pelelangan ikan paling ramai dikunjungi sekitar pukul 11.00 sampai 13.00 WIB saat hasil tangkapan dibongkar dan ditawar. Ombak Cimaja yang tak jauh dari Citepus juga menarik peselancar karena tingginya mencapai sekitar empat meter.
Senja di Citepus ikut menggerakkan ekonomi kecil pesisir: pedagang makanan, penyewa kuda dan papan selancar, penjaga parkir, pengelola penginapan, serta nelayan yang lampunya mulai tampak di laut. Luangkan waktu setidaknya setengah hari, tiba sore sebelum pukul 16.00, lalu bertahan sampai lampu mercusuar dan perahu menyala menggantikan cahaya langit.