Semarang — Polda Jawa Tengah mempersiapkan operasi keamanan skala besar untuk menjaga kelancaran aksi peringatan May Day 2026. Personel yang diterjunkan mencakup jajaran Polda dan dukungan bantuan kendali operasi (BKO) dari sejumlah Polres.
Total 1.133 personel polisi diposisikan di berbagai titik aksi serta objek vital untuk mencegah gangguan keamanan. Penempatan ini melibatkan koordinasi lintas Polres guna memastikan cakupan keamanan menyeluruh di wilayah Jawa Tengah selama jalannya demonstrasi.
Selain kekuatan polisi, sebanyak 360 personel TNI dari Kodim Kota Semarang turut dilibatkan dalam operasi pengamanan. Tim gabungan tersebut disebar di berbagai titik aksi, pom bensin (SPBU), dan lokasi-lokasi strategis lainnya untuk memantau situasi.
Polda Jawa Tengah menggelar apel kesiapan pelayanan yang mengutamakan pendekatan humanis dan empatif. Dalam arahanya, Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menekankan bahwa "Polda Jawa Tengah hadir untuk mengawal dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi."
Kehadiran Tim Polwan Negosiator menjadi elemen penting dalam strategi pengamanan. Tim ini diposisikan untuk melakukan pendekatan dialogis dan komunikatif dengan peserta aksi, mengedepankan pengendalian diri dan persuasi daripada tindakan represif.
Kapolda Jateng tegas menyatakan "Saya tidak ingin ada tindakan kekerasan yang dilakukan oleh anggota di lapangan. Kedepankan pendekatan persuasif dan komunikatif." Instruksi ini menegaskan komitmen Polri untuk mengawal penyampaian aspirasi masyarakat dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban.
Strategi ini sejalan dengan kewenangan konstitusional masyarakat untuk berkumpul dan menyampaikan pendapat, sambil memastikan tidak ada eskalasi yang merugikan keamanan publik.