Batang Puncaki Investasi Jawa Tengah Rp3,88 Triliun, Salip Kendal dan Semarang

Penulis: Reza Maulana  •  Senin, 04 Mei 2026 | 14:56:35 WIB

BATANG — Realisasi investasi di Kabupaten Batang melejit tajam hingga menduduki peringkat pertama di Jawa Tengah pada triwulan I 2026. Berdasarkan data resmi pemerintah daerah setempat, total modal yang masuk ke wilayah ini mencapai Rp3,88 triliun hanya dalam tiga bulan pertama.

Angka tersebut menempatkan Batang di posisi puncak, menggeser Kabupaten Kendal yang mencatatkan Rp3,6 triliun dan Kota Semarang sebesar Rp3 triliun. Lonjakan signifikan ini menjadi sinyal kuat daya tarik kawasan industri di pesisir utara Jawa Tengah bagi para pemodal besar.

Penanaman Modal Asing Mendominasi Aliran Investasi

Aliran modal yang masuk ke Batang didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA). Dari total Rp3,88 triliun, kontribusi investor luar negeri mencapai Rp3,68 triliun. Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp202,6 miliar.

"Capaian ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap Batang terus meningkat," ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Batang, Margo Santosa, Senin (4/5/2026).

Margo menjelaskan bahwa stabilitas wilayah dan ketersediaan infrastruktur pendukung menjadi faktor kunci. Investor global kini melihat Batang sebagai titik strategis untuk ekspansi jangka panjang di Asia Tenggara.

Sektor Energi Jadi Motor Utama Pertumbuhan

Sektor energi masih menjadi tulang punggung utama realisasi investasi di Batang awal tahun ini. Bidang usaha listrik, gas, dan air menyumbang porsi terbesar dengan nilai mencapai Rp1,6 triliun. Hal ini berkaitan erat dengan pengembangan infrastruktur penunjang industri yang terus dikebut.

Tingginya angka investasi berbanding lurus dengan ketersediaan lapangan kerja. Sebanyak 2.933 tenaga kerja Indonesia terserap dalam berbagai proyek pembangunan dan operasional perusahaan selama periode Januari hingga Maret 2026.

Pemerintah daerah memproyeksikan penyerapan tenaga kerja akan terus bertambah seiring beroperasinya sejumlah pabrik baru di kawasan industri. Fokus saat ini adalah memastikan kesiapan sumber daya manusia lokal agar mampu memenuhi kualifikasi industri tersebut.

Dampak Ekonomi dan Keberlanjutan Iklim Usaha

Keberhasilan menyalip Kendal dan Semarang menunjukkan pergeseran peta ekonomi di Jawa Tengah. Batang kini tidak lagi sekadar wilayah perlintasan, melainkan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang kompetitif. Dampak ekonominya mulai dirasakan melalui peningkatan aktivitas jasa dan perdagangan di sekitar kawasan industri.

Pemerintah Kabupaten Batang berkomitmen menjaga iklim investasi tetap kondusif melalui kemudahan perizinan. Optimalisasi layanan terpadu satu pintu diharapkan mampu mempertahankan posisi Batang sebagai destinasi investasi utama di Jawa Tengah hingga akhir tahun.

Reporter: Reza Maulana
Back to top