SUKOHARJO — Anggota DPR RI Adik Sasongko melakukan inspeksi mendadak ke Gudang Bulog Telukan di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (5/5). Kunjungan lapangan ini bertujuan memastikan ketersediaan pangan serta memantau proses penyerapan hasil panen petani di wilayah Solo Raya.
Legislator tersebut memberikan apresiasi terhadap kinerja Bulog dalam mengelola stok beras nasional di tingkat daerah. Menurutnya, kondisi gudang saat ini menunjukkan tren positif dengan volume pengisian yang terus meningkat seiring berlangsungnya masa panen di berbagai sentra pertanian Jawa Tengah.
Adik Sasongko menyebut melimpahnya hasil panen di Solo Raya menjadi sinyal kuat bahwa ketahanan pangan daerah tetap terjaga. Penyerapan gabah yang maksimal oleh Bulog diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di tingkat petani agar tidak anjlok saat produksi meluap.
Berdasarkan pantauan di lokasi, aktivitas bongkar muat gabah dari petani lokal tampak intensif. Bulog Telukan menjadi salah satu titik krusial dalam menampung hasil pertanian dari Sukoharjo dan sekitarnya yang dikenal sebagai lumbung pangan Jawa Tengah.
"Kami melihat langsung bagaimana serapan gabah dari petani di Solo Raya ini dikelola dengan baik oleh Bulog," ujar Adik Sasongko saat meninjau tumpukan stok beras di dalam gudang.
Ia menambahkan bahwa kualitas beras yang dihasilkan petani lokal tahun ini cukup kompetitif. Hal ini menjadi modal penting bagi pemerintah untuk menekan ketergantungan pada pasokan pangan dari luar daerah maupun impor.
Melimpahnya pasokan beras di gudang Bulog diprediksi akan memberikan efek langsung terhadap harga eceran di pasar-pasar tradisional. Dengan stok yang mencukupi, pemerintah memiliki instrumen kuat untuk melakukan intervensi pasar jika terjadi lonjakan harga yang tidak wajar.
Stabilitas harga menjadi fokus utama DPR RI guna memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga. Selain itu, manajemen stok yang baik di Gudang Telukan diharapkan mampu mempercepat distribusi beras subsidi atau bantuan pangan jika sewaktu-waktu dibutuhkan oleh pemerintah daerah.
Pihak Bulog memastikan proses penyerapan gabah masih terus berlangsung mengikuti jadwal panen raya di beberapa kabupaten tetangga. Koordinasi dengan kelompok tani diperketat agar seluruh hasil panen dapat terserap sesuai standar kualitas yang ditetapkan.