OpenAI Percepat Peluncuran Ponsel ChatGPT pada 2027 dengan Chip MediaTek

Penulis: Hendra Wijaya  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 10:14:01 WIB
OpenAI menggandeng MediaTek untuk chipset ponsel AI yang dirilis massal pada 2027.

OpenAI menargetkan produksi massal ponsel AI perdananya pada awal 2027 untuk memperkuat narasi penawaran saham perdana (IPO). Langkah strategis ini melibatkan MediaTek sebagai pemasok chipset tunggal guna mengintegrasikan kecerdasan buatan secara mendalam pada level perangkat keras. Perangkat ini diprediksi menjadi penantang serius dominasi Apple dan Google di pasar smartphone global.

Kabar mengenai ambisi perangkat keras OpenAI memasuki babak baru. Analis rantai pasok kenamaan, Ming-Chi Kuo, mengungkapkan bahwa perusahaan besutan Sam Altman tersebut tengah mempercepat pengembangan ponsel berbasis AI agent. Produksi massal dijadwalkan mulai berjalan pada paruh pertama 2027.

Kolaborasi Eksklusif MediaTek dan Fabrikasi 2nm TSMC

OpenAI dilaporkan telah memilih MediaTek sebagai mitra tunggal untuk memasok otak dari ponsel tersebut. Keputusan ini cukup mengejutkan mengingat sebelumnya OpenAI sempat mempertimbangkan Qualcomm. MediaTek dinilai lebih siap menyediakan solusi silikon kustom yang dibutuhkan untuk menjalankan model bahasa besar (LLM) secara lokal.

Ponsel ChatGPT ini kemungkinan besar akan ditenagai oleh chipset kustom berbasis Dimensity 9600. Komponen ini dirancang menggunakan proses fabrikasi 2nm dari TSMC, teknologi tercanggih yang saat ini tersedia di industri semikonduktor. Penggunaan fabrikasi 2nm menjanjikan efisiensi daya tinggi, sesuatu yang sangat krusial bagi perangkat yang menjalankan proses AI secara intensif.

Untuk menunjang performa tersebut, OpenAI menyematkan memori LPDDR6 generasi terbaru. Arsitektur perangkat ini juga disebut akan menggunakan dua prosesor AI terpisah untuk menangani tugas yang berbeda. Pendekatan ini mirip dengan cara kerja otak manusia dalam membagi beban kognitif antara tugas rutin dan pemecahan masalah kompleks.

Kemampuan Visual Jadi Keunggulan Utama Perangkat

Spesifikasi yang menjadi sorotan utama atau headline spec dari ponsel ini terletak pada Image Signal Processor (ISP). OpenAI mengembangkan jalur HDR yang ditingkatkan untuk memperkuat kemampuan sensorik perangkat. Tujuannya adalah agar AI bisa "melihat" dan memahami lingkungan sekitar melalui kamera dengan akurasi yang lebih tinggi dibanding ponsel konvensional.

Selain aspek visual, keamanan data menjadi prioritas dengan penerapan teknologi pKVM. Fitur ini berfungsi mengisolasi proses sistem untuk memastikan data pengguna tetap aman saat diproses oleh AI agent. Strategi ini menunjukkan bahwa OpenAI ingin memegang kendali penuh atas integrasi perangkat keras dan sistem operasi.

“Hanya dengan mengontrol penuh sistem operasi dan perangkat keras, OpenAI dapat memberikan layanan AI agent yang komprehensif,” tulis Kuo dalam catatannya. Hal ini menandakan OpenAI tidak ingin lagi sekadar menjadi aplikasi di dalam ekosistem milik pihak lain seperti iOS atau Android.

Ambisi IPO dan Target Pasar Global

Percepatan jadwal peluncuran ini tidak lepas dari rencana besar OpenAI untuk melantai di bursa saham (IPO). Memiliki produk fisik yang revolusioner akan memberikan nilai tawar tinggi di mata investor. OpenAI memproyeksikan pengiriman perangkat mencapai angka 30 juta unit pada tahun pertama peluncurannya.

Meski ponsel menjadi prioritas, OpenAI tetap mengembangkan ekosistem perangkat lain. Setidaknya ada lima produk lain yang masuk dalam radar pengembangan, termasuk earbud, kacamata pintar, hingga pena pintar. Earbud bertenaga AI bahkan diprediksi akan muncul lebih awal pada September tahun ini.

Proyek ponsel ini juga dikaitkan dengan keterlibatan Jony Ive, mantan desainer legendaris Apple. Melalui firma desainnya, LoveFrom, Ive dikabarkan tengah merancang perangkat yang berbeda dari smartphone tradisional. Jika kolaborasi ini terwujud, ponsel OpenAI tidak hanya akan unggul secara fungsional, tetapi juga membawa estetika desain yang mampu mendisrupsi pasar.

Reporter: Hendra Wijaya
Back to top