Investasi China Rp1,1 Triliun di Kendal Serap 1.000 Tenaga Kerja Lokal

Penulis: Joko Purnomo  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 15:49:12 WIB
Groundbreaking pabrik baru PT Hoi Fu Paper Packaging di KEK Kendal dengan investasi Rp1,12 triliun.

KENDAL — Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal memperkuat posisinya sebagai magnet investasi asing setelah PT Hoi Fu Paper Packaging resmi memulai pembangunan pabrik baru. Perusahaan produsen kemasan kertas asal China ini menggelontorkan modal jumbo sebesar Rp1,12 triliun untuk memperluas basis produksinya di Jawa Tengah. Prosesi groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek tersebut dilaksanakan pada Sabtu (2/5/2026).

Skema Penyerapan Tenaga Kerja Lokal dalam Tiga Tahap

Proyek investasi ini membawa angin segar bagi ketersediaan lapangan kerja di Kabupaten Kendal dan sekitarnya. Manajemen perusahaan menargetkan penyerapan hingga 1.000 tenaga kerja, dengan komitmen penggunaan 95 persen personel yang berasal dari sumber daya manusia lokal. Langkah ini dipandang sebagai solusi konkret dalam menekan angka pengangguran di wilayah tersebut.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menjelaskan bahwa proses rekrutmen tidak dilakukan sekaligus, melainkan melalui tiga fase yang terukur. Tahap awal akan membuka lowongan bagi 300 pekerja, disusul tahap kedua sebanyak 500 orang, dan fase final melengkapi 200 posisi tersisa.

“Kehadiran industri ini juga berpotensi membuka kesempatan kerja tidak langsung, terutama di sektor logistik dan UMKM,” ujar Susiwijono saat memberikan keterangan pada Minggu (3/3/2026).

Kendal Jadi Penyangga Ekonomi Jawa Tengah

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, optimistis masuknya modal asing dalam skala besar ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi daerah. Menurutnya, KEK Kendal memiliki infrastruktur dan ekosistem yang matang untuk terus menarik minat investor global di masa mendatang.

“Kami berharap kehadiran PT Hoi Fu Paper Packaging dapat memperkuat ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” kata Dyah Kartika. Ia menekankan posisi strategis Kendal sebagai daerah penyangga ekonomi utama di Jawa Tengah yang siap memfasilitasi kebutuhan industri manufaktur dunia.

Arahan Presiden Prabowo Kawal Realisasi Investasi

Pemerintah pusat memastikan akan terus mengawal jalannya investasi ini agar tidak berhenti di tahap seremoni semata. Susiwijono menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberi instruksi khusus agar setiap kementerian dan lembaga aktif mendampingi investor dalam mengatasi kendala teknis di lapangan.

“Di tengah konflik dan dinamika global yang semakin kompleks, pemerintah terus mengawal investasi guna memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Susiwijono.

Guna menjaga iklim investasi tetap kondusif, pemerintah memperkuat koordinasi melalui forum percepatan investasi. Forum ini difungsikan untuk memitigasi berbagai hambatan, mulai dari urusan birokrasi strategis hingga pemenuhan kebutuhan bahan baku industri agar operasional pabrik dapat berjalan sesuai target yang ditentukan.

Reporter: Joko Purnomo
Back to top