MAGELANG — Kawasan Candi Borobudur menjadi saksi bisu penutupan rangkaian Rotary Joint District Conference 2026 yang mempertemukan ratusan delegasi lintas negara. Acara puncak bertajuk Governor Banquet yang digelar Sabtu malam (9/5/2026) tersebut menyuguhkan pertunjukan budaya "Legenda Joko Kendil" serta penampilan seni Tari Topeng Saujana. Atmosfer budaya Nusantara sengaja ditonjolkan untuk memberikan pengalaman mendalam bagi para tamu internasional yang hadir.
Puncak konferensi yang berlangsung di pelataran Borobudur tidak sekadar menjadi ajang makan malam formal. Penampilan Surya Orchestra bersama penyanyi Isabel Veronica Gabra dan Edward membawakan lagu "Never Enough" menambah kemegahan suasana di bawah bayang-bayang candi warisan dunia tersebut. Langkah ini diambil sebagai strategi diplomasi budaya untuk memperkenalkan kearifan lokal Magelang ke level global.
Ketua Panitia, Benita Arijani, menjelaskan bahwa konsep acara memang dirancang untuk memberikan inspirasi nyata di luar sesi formal. "Kami ingin menghadirkan conference yang tidak hanya seremonial, tetapi juga memberikan insight, inspirasi, dan kolaborasi nyata. Kami juga mengangkat kekayaan budaya lokal atau local wisdom Magelang," ujarnya di sela-sela kegiatan.
Konferensi gabungan antara Rotary International District 3420 dan District 3410 ini dihadiri oleh sejumlah figur kunci organisasi dunia tersebut. Tampak hadir Director Rotary International Jennifer A. Scott, Governor 3420 Dyah Anggraeni, serta District Governor 3410 Sanny Suharli. Kehadiran mereka menegaskan posisi strategis Jawa Tengah sebagai tuan rumah forum kemanusiaan internasional.
Dyah Anggraeni menekankan bahwa pertemuan ini merupakan wadah penting untuk membangun keberlanjutan melalui kolaborasi lintas sektor. "Kami berharap kegiatan ini mampu memperkuat jejaring internasional sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan daerah tuan rumah," kata Dyah. Forum ini juga menjadi ruang diskusi bagi para pemimpin daerah, termasuk Wali Kota Magelang Damar Prasetyono dan Bupati Magelang Grengseng Pamudji.
Selain fokus pada agenda plenary di Hotel Artos Magelang, panitia melibatkan pelaku usaha lokal melalui bazar UMKM. Langkah ini menjadi bentuk dukungan konkret terhadap ekonomi kreatif di wilayah Magelang. Para peserta juga diajak mengikuti agenda edukatif dengan mengunjungi Akademi Militer (Akmil) pada Sabtu (9/5/2026) pagi, memberikan warna berbeda pada rangkaian konferensi yang biasanya bersifat kaku.
Sisi lingkungan juga tidak luput dari pembahasan melalui Inspirational Talkshow bertema “Gerakan Rotary Hijaukan Negeri”. Sesi yang menghadirkan pembicara Rosita Istiawan dan Redi J Prasetyo ini sejalan dengan tema besar konferensi, yakni Sustainability Through Innovation and Collaboration. Melalui berbagai rangkaian ini, Magelang berhasil memposisikan diri sebagai destinasi MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) yang mampu menyatukan misi kemanusiaan dengan kekuatan pariwisata budaya.