WONOGIRI — Pemkab Wonogiri terus mengejar penyelesaian pembebasan lahan untuk calon lokasi SMK Negeri di Karangtengah. Anggaran Rp4 miliar disiapkan khusus untuk membebaskan tanah warga agar proses pembangunan bisa segera dimulai.
Lokasi di Karangtengah dinilai strategis untuk menjangkau siswa dari beberapa desa sekitar yang selama ini kesulitan mengakses sekolah menengah kejuruan negeri. Pemkab menargetkan agar tanah yang sudah dibebaskan bisa langsung diserahkan ke Pemprov Jateng selaku pemilik kewenangan pembangunan gedung.
Pemerintah daerah bergerak cepat menyelesaikan urusan lahan. Setelah aset diserahkan, Pemprov Jateng akan mengambil alih proses konstruksi sekolah. Langkah ini diambil untuk memangkas waktu tunggu yang biasanya panjang jika urusan lahan belum rampung.
Kepala Dinas Pendidikan setempat menyebut percepatan ini penting agar tahun ajaran baru mendatang sudah ada kepastian lokasi. "Kami ingin proses pembangunan tidak terhambat masalah administrasi lahan," ujarnya dalam keterangan resmi.
Kehadiran SMK Negeri di Karangtengah diharapkan membuka akses pendidikan vokasi bagi pelajar yang selama ini harus menempuh jarak jauh ke sekolah di kota. Selain itu, keberadaan sekolah baru juga bisa menggerakkan ekonomi lokal, mulai dari transportasi hingga warung makan di sekitar lokasi.
Pemkab Wonogiri memastikan proses pembebasan lahan berjalan transparan dan melibatkan musyawarah dengan pemilik tanah. Ganti rugi diberikan sesuai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang disepakati bersama.
Setelah pembebasan rampung, Pemkab akan menyerahkan sertifikat tanah kepada Pemprov Jateng. Baru setelah itu Pemprov menggelar tender pembangunan gedung SMK Negeri. Belum ada target pasti kapan konstruksi dimulai, namun semua pihak berharap tahun ini sudah ada progres fisik.
Pembangunan SMK Negeri baru di Wonogiri merupakan bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan menengah kejuruan di wilayah selatan Jawa Tengah yang selama ini minim sekolah negeri.