JAWA TENGAH — Plaud Intelligence menjadi otak di balik kedua perangkat terbaru ini. AI tersebut mampu menganalisis rekaman secara otomatis untuk menghasilkan ringkasan, poin tindakan (action items), hingga arsip catatan terstruktur yang dapat dicari dengan mudah. Saat ini, tercatat sekitar 2 juta profesional dari berbagai industri telah mengadopsi ekosistem Plaud untuk mengelola data percakapan mereka.
Plaud NotePin S dirancang bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi dan membutuhkan akses cepat untuk merekam ide spontan. Perangkat ini sangat fleksibel karena dapat ditempelkan secara magnetis ke pakaian, dikalungkan melalui lanyard, atau digunakan sebagai gelang khusus.
Spesifikasi teknis NotePin S mencakup:
Berbeda dengan varian Pin, Plaud Note Pro memiliki bentuk ramping seukuran kartu kredit yang dirancang untuk pengguna smartphone. Perangkat ini dilengkapi casing MagSafe yang memungkinkannya menempel pada bagian belakang ponsel, sehingga memudahkan perekaman panggilan telepon maupun diskusi tatap muka secara instan.
Model Pro menawarkan keunggulan pada sektor daya dan konektivitas. Dengan baterai 500mAh, perangkat ini memiliki daya tahan lebih lama dibandingkan versi NotePin. Sektor konektivitas juga lebih mutakhir dengan dukungan Bluetooth 5.4 dan Dual-band Wi-Fi (2.4GHz & 5GHz) untuk menjamin kecepatan transfer data ke aplikasi.
Fungsi utama dari ekosistem Plaud bukan sekadar merekam suara, melainkan mengolah suara menjadi informasi yang bisa langsung digunakan. Fitur Ask Plaud memungkinkan pengguna berinteraksi dengan asisten AI untuk mengekstrak wawasan kunci dari tumpukan data rekaman tanpa harus mendengarkan ulang seluruh percakapan.
Seluruh hasil transkripsi dan ringkasan tersimpan di layanan cloud dengan keamanan tingkat perusahaan (enterprise-grade security). Pengguna dapat mengakses data tersebut melalui berbagai platform, mulai dari aplikasi mobile, versi web, hingga aplikasi desktop untuk menunjang alur kerja profesional yang mulus.
Teknologi ini menjadi solusi bagi tantangan klasik dalam dunia kerja: kehilangan fokus akibat harus mencatat secara manual saat rapat berlangsung. Dengan menyerahkan tugas notulensi kepada AI, tenaga profesional dapat lebih fokus membangun hubungan interpersonal dan memberikan perhatian penuh pada lawan bicara, baik dalam sesi presentasi maupun pertemuan klien yang krusial.