KABUPATEN SEMARANG — Lonjakan arus kendaraan diprediksi mencapai puncaknya pada 16 Mei 2026 dengan total 28.540 kendaraan keluar (exit) dan 27.763 kendaraan masuk (entrance) di ruas Tol Solo-Ngawi. Angka ini merupakan bagian dari proyeksi total 104.285 kendaraan exit dan 100.599 kendaraan entrance selama empat hari libur panjang tersebut.
Untuk mempercepat transaksi dan memangkas antrean, PT JSN menyiagakan Gardu OAB (Oblique Approach Booth) di Gerbang Tol (GT) Ngemplak, GT Karanganyar, dan GT Sragen. Gardu tambahan ini akan dioperasikan secara situasional ketika volume kendaraan di gardu utama mulai padat.
Rincian siaga Gardu OAB meliputi GT Ngemplak sebanyak 3 gardu exit dan 2 gardu entrance, GT Karanganyar sebanyak 2 gardu exit dan 2 gardu entrance, serta GT Sragen sebanyak 3 gardu exit dan 2 gardu entrance. Total, ada 14 gardu yang siap difungsikan sewaktu-waktu.
PT JSN juga memastikan ketersediaan fasilitas pengisian daya bagi kendaraan listrik. Sebanyak 78 nozzle SPKLU tersebar di tiga titik rest area utama, yakni Rest Area KM 519, KM 538, dan KM 575. Setiap titik melayani kendaraan dari jalur A (arah Surabaya) dan jalur B (arah Jakarta).
Direktur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi, Mery Natacha Panjaitan, menyebutkan bahwa angka lalu lintas exit pada periode ini meningkat 11 persen dibanding realisasi periode yang sama di tahun 2025. Sementara itu, lalu lintas entrance diprediksi naik 10 persen secara tahunan.
“Kami memperkirakan adanya puncak lalu lintas komuter yang terjadi pada tanggal 16 Mei 2026,” ujar Mery dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.
PT JSN mengimbau pengguna jalan tol untuk memastikan kondisi kendaraan prima sebelum berangkat. Saldo uang elektronik wajib diisi cukup dan bahan bakar atau daya listrik harus terisi penuh.
“Jika lelah berkendara, istirahat di tempat yang telah disediakan. Kami juga meminta kepada pengguna jalan tol untuk tetap berhati-hati dan menaati peraturan yang berlaku di jalan tol,” pungkas Mery.