KENDAL — Pelatihan berlangsung di peternakan Bumi Ijo Multi Farm, Desa Truko, Kecamatan Kangkung. Para peserta tidak hanya mendapat teori, tetapi juga praktik langsung mulai dari teknik menjatuhkan sapi yang aman hingga penanganan daging setelah disembelih.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, mengatakan pelatihan ini menjadi langkah antisipasi agar penyembelihan hewan kurban tidak dilakukan secara asal-asalan.
"Para peserta diberikan pemahaman mulai dari cara menjatuhkan sapi yang aman, teknik penyembelihan sesuai syariat Islam hingga tata cara penanganan daging agar tetap higienis," ujarnya.
Dokter hewan sekaligus pemateri, drh. Sonny Handoko, menekankan sejumlah ketentuan penting dalam proses penyembelihan. Salah satunya, pembacaan basmalah sebelum penyembelihan dilakukan.
Ia menjelaskan, penyembelihan harus memastikan saluran makanan, saluran pernapasan, dan pembuluh darah utama terpotong sempurna. Hal ini agar hewan mati secara baik dan sesuai syariat.
"Hewan juga harus diperlakukan dengan baik. Pisau harus benar-benar tajam, tidak diasah di depan hewan, dan proses penyembelihan tidak boleh membuat hewan stres berlebihan," jelas Sonny.
Aspek higienitas menjadi perhatian serius dalam pelatihan ini. Sonny menambahkan, penanganan daging setelah penyembelihan sama pentingnya dengan proses pemotongan itu sendiri.
Daging kurban harus dijaga kebersihannya agar aman dikonsumsi masyarakat dan tidak tercemar bakteri maupun kotoran. Risiko kontaminasi bisa diminimalkan jika para juru sembelih memahami tata cara penanganan yang benar.
Melalui pelatihan ini, Dinas Pertanian dan Pangan Kendal berharap para juru sembelih memiliki kemampuan dan pemahaman yang lebih baik dalam menerapkan penyembelihan halal dan higienis saat Idul Adha nanti.