17 Ribu Guru Honorer di Jateng Terancam Tak Bisa Mengajar Mulai 2027, PGRI Peringatkan Krisis Pengajar

Penulis: Irfan Hakim  •  Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:01:07 WIB
Guru honorer di Jawa Tengah terancam tidak dapat mengajar mulai 2027 sesuai Surat Edaran Mendikdasmen.

SEMARANG — Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2026 melarang keberadaan tenaga honorer di satuan pendidikan negeri. Aturan ini membuat nasib ribuan guru non-ASN di Jawa Tengah menggantung.

Kabupaten Banyumas dan Batang Paling Terdampak

Data PGRI Jawa Tengah menunjukkan Kabupaten Banyumas memiliki lebih dari 1.000 guru honorer. Kabupaten Batang mencatat sekitar 800 tenaga honorer yang terancam diberhentikan.

Wilayah Solo dan Karanganyar juga masih bergantung pada ratusan guru honorer untuk menjalankan operasional sekolah. Jika aturan diterapkan tanpa transisi, kegiatan belajar mengajar di daerah-daerah tersebut terancam lumpuh.

Apa yang Akan Menggantikan Guru Honorer?

Sejumlah daerah mulai menyiapkan skema darurat. Alternatif yang dipertimbangkan antara lain penggunaan guru tamu, guru pengganti, hingga program magang untuk mengisi kelas-kelas kosong di sekolah negeri.

Namun, Ketua PGRI Jawa Tengah Muhdi menilai skema tersebut hanya solusi sementara. Menurutnya, kebutuhan guru di Jawa Tengah masih sangat tinggi sementara rekrutmen ASN baru minim dan banyak tenaga pendidik pensiun.

PGRI Desak Pemetaan dan Pengangkatan Massal

Muhdi mendesak pemerintah segera melakukan pemetaan kebutuhan guru secara menyeluruh. Ia meminta agar pengangkatan ASN dan PPPK dipercepat untuk menutup lubang yang ditinggalkan guru honorer.

“Angkat semua kebutuhan guru yang ada, segera dihitung. Saya berharap urusan guru ini tidak lagi menjadi tawar-menawar,” tegas Muhdi saat dikonfirmasi di Semarang, Jumat (15/5/2026).

PGRI menegaskan penghapusan tenaga honorer harus dibarengi dengan penyediaan tenaga pengganti yang siap bertugas. “Kalau itu diberhentikan tanpa disiapkan guru penggantinya, akan terjadi kekosongan jumlah guru,” ujarnya.

Mengapa Tenggat 2027 Jadi Ancaman Nyata?

Kebijakan ini memicu kekhawatiran di kalangan pendidik karena sekolah negeri di Jawa Tengah selama ini sangat bergantung pada guru honorer. Tanpa rekrutmen besar-besaran dalam dua tahun ke depan, krisis tenaga pengajar sulit dihindari.

PGRI mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk duduk bersama merumuskan solusi jangka panjang. Jika tidak, dampaknya akan langsung dirasakan oleh jutaan siswa di Jawa Tengah. (hfh)

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: joglojateng.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top