PURWOREJO — Pemerintah Kabupaten Purworejo mencatat telah terbentuk 454 KDKMP dari total 494 desa dan kelurahan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 257 gedung gerai telah dibangun dan 107 di antaranya sudah rampung seluruhnya. Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan (KUKMP) Purworejo, Hadi Pranoto, mengatakan bahwa desa dengan jumlah penduduk di bawah 500 jiwa diwajibkan bergabung dengan desa tetangga sesuai aturan yang berlaku.
Peresmian yang dipimpin langsung oleh Presiden secara nasional itu diikuti oleh 12 dari 16 kecamatan di Purworejo. Kecamatan Kutoarjo menjadi wilayah dengan unit terbanyak yang diresmikan, yakni 11 KDKMP. Disusul Kecamatan Purworejo dengan 8 unit, Kecamatan Bayan 7 unit, Kecamatan Bener 5 unit, serta Grabag dan Ngombol masing-masing 4 unit.
Kecamatan lainnya yang turut serta adalah Banyuurip (2 unit), Kemiri (3 unit), Bruno (3 unit), Butuh (1 unit), Loano (1 unit), dan Gebang (3 unit). Setiap unit yang diresmikan mendapatkan satu unit truk, satu unit pikap, dua kendaraan motor roda tiga, serta perlengkapan toko dan perabotan kantor yang diisi penuh dengan barang dagangan.
Di Desa Dukuhdungus, Kecamatan Grabag, peresmian KDKMP berbarengan dengan peresmian Pasar Hewan Dukuhdungus yang lokasinya bersebelahan. Kepala Desa Dukuhdungus, Daski Rokhmad, menjelaskan bahwa penempatan dua fasilitas ini dalam satu area bertujuan menciptakan pusat ekonomi yang terintegrasi.
“Penataan KDKMP dan pasar hewan dalam satu area ini supaya rapi dan terkonsentrasi dalam satu lokasi. Sebagai pusat ekonomi kerakyatan yang basisnya koperasi,” ujar Daski.
Pasar hewan tersebut dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Raharjo dan dibangun menggunakan dana dari Pendapatan Asli Desa (PADes) Dukuhdungus. Sementara itu, untuk operasional KDKMP, pihak Agrinas telah menyeleksi enam pegawai lokal yang terdiri dari dua asisten manajer, dua kasir, dan dua pegawai unit simpan pinjam.
Daski berharap keberadaan KDKMP dan pasar hewan bisa saling menopang dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian warga. “Keenam pegawai itu mengisi posisi asisten manajer 2 orang, kasir 2 orang, serta 2 pegawai unit simpan pinjam. Semua adalah warga Desa Dukuhdungus, diseleksi oleh Agrinas,” tambahnya.
Dengan total 454 KDKMP yang terbentuk, Pemerintah Kabupaten Purworejo menargetkan seluruh desa dan kelurahan di wilayahnya memiliki akses terhadap lembaga keuangan mikro dan pusat perbelanjaan desa. Langkah ini dinilai strategis untuk menggerakkan roda ekonomi di tingkat akar rumput sekaligus menekan ketergantungan warga pada tengkulak atau rantai distribusi panjang.