Rupiah Tembus Rp 17.724 per Dolar AS, Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah

Penulis: Hendra Wijaya  •  Selasa, 19 Mei 2026 | 11:07:01 WIB
Rupiah melemah ke posisi Rp 17.724 per dolar AS, mencetak rekor terlemah sepanjang sejarah.

JAWA TENGAH — Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka melemah 13 poin di Rp 17.681 per dolar AS. Pada pukul 10.24 WIB, kurs terus merosot ke Rp 17.724. Sepanjang tahun berjalan, depresiasi rupiah mencapai 6,25%. Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan dolar AS yang masih dominan terhadap hampir seluruh mata uang Asia.

Mengapa Rupiah Terus Terperosok?

Analis Doo Financial Lukman Leong menilai meredanya ketegangan geopolitik Timur Tengah—setelah Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan ke Iran—memberi sedikit ruang bagi penguatan rupiah. Namun, potensi itu sangat terbatas. “Pelaku pasar masih mencermati kondisi domestik yang dinilai lemah,” ujar Lukman.

Faktor utama yang membayangi adalah ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG). Pelaku pasar cenderung wait-and-see, sehingga tekanan jual terhadap rupiah masih dominan. Lukman memperkirakan pergerakan rupiah hari ini berada di rentang Rp 17.600 hingga Rp 17.700 per dolar AS.

Dampak Bagi Investor dan Pelaku Bisnis

Bagi importir, pelemahan ini berarti biaya bahan baku dan barang modal semakin mahal, menekan margin usaha. Bagi investor pasar modal, depresiasi rupiah yang tajam kerap memicu aksi jual asing di pasar saham dan obligasi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi tertekan jika rupiah tak kunjung stabil.

Di sisi lain, eksportir komoditas seperti batu bara, kelapa sawit, dan karet justru diuntungkan. Pendapatan dalam dolar AS menjadi lebih besar saat dikonversi ke rupiah. Namun, keuntungan ini bisa tergerus jika biaya produksi dalam negeri ikut naik akibat inflasi impor.

Perbandingan dengan Mata Uang Asia Lain

Pelemahan rupiah bukan fenomena tunggal. Mata uang Asia kompak tertekan dolar AS: won Korea Selatan turun 0,74%, baht Thailand melemah 0,18%, dan yen Jepang terkoreksi 0,08%. Namun, depresiasi rupiah yang menembus rekor historis menunjukkan kerentanan lebih dalam pada fundamental ekonomi Indonesia, terutama defisit transaksi berjalan dan cadangan devisa yang terbatas.

Bank Indonesia diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan untuk menahan laju pelemahan. Langkah ini, meski pahit bagi sektor riil yang membutuhkan kredit murah, dinilai sebagai opsi paling realistis di tengah gempuran eksternal.

Prospek Jangka Pendek: Volatilitas Masih Tinggi

Dalam waktu dekat, pergerakan rupiah akan sangat bergantung pada hasil RDG BI. Jika BI menaikkan suku bunga 25-50 basis poin, rupiah berpotensi rebound sementara. Bila kebijakan moneter dianggap kurang agresif, tekanan jual bisa kembali menguat.

Pelaku pasar disarankan mencermati data inflasi AS dan pernyataan The Fed pekan ini. Arus modal asing sangat sensitif terhadap selisih imbal hasil (yield differential) antara Indonesia dan Amerika Serikat.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Pelemahan Rupiah

Apa penyebab utama rupiah melemah ke level terendah sepanjang masa?
Penyebab utama adalah kombinasi penguatan dolar AS secara global, ketidakpastian kebijakan suku bunga domestik, dan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang rentan terhadap gejolak eksternal.

Bagaimana cara melindungi nilai aset saat rupiah terdepresiasi?
Investor dapat mempertimbangkan alokasi ke instrumen berbasis dolar AS seperti deposito valas, reksa dana pasar uang dolar, atau saham emiten eksportir yang diuntungkan pelemahan rupiah. Diversifikasi mata uang juga menjadi strategi mitigasi risiko.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top