SEMARANG — Pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, baru mencapai sekitar 40 persen. Meski begitu, Dinas Sosial Kota Semarang sudah memulai proses penjaringan calon siswa untuk tahun ajaran 2026.
Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Moh. Agus Junaidi, mengatakan total kuota yang disiapkan sebanyak 270 siswa. Rinciannya, 90 siswa untuk SD, 90 siswa untuk SMP, dan 90 siswa untuk SMA. Masing-masing jenjang akan dibagi dalam tiga kelas.
Sekolah ini dibangun di atas lahan seluas sekitar enam hektare. Rencananya, seluruh siswa akan tinggal di asrama sehingga proses belajar dan pembinaan berjalan secara terintegrasi.
“Fasilitasnya lengkap karena nanti semua siswa diasramakan di situ. Ada asrama, tempat ibadah, ruang kelas, sampai lapangan olahraga,” ujar Agus saat ditemui di Semarang, Senin (19/5/2026).
Sasaran program ini adalah anak-anak dari keluarga kategori Desil 1 dan Desil 2. Data Dinas Sosial mencatat, jumlah penerima manfaat di kedua kategori tersebut di Kota Semarang mencapai sekitar 30 ribu orang.
“Kalau mencari 270 siswa sebenarnya sangat mudah karena data Desil 1 dan Desil 2 di Kota Semarang mencapai sekitar 30 ribu penerima manfaat,” jelas Agus.
Proses penjaringan melibatkan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), kelurahan, dan kecamatan. Hal ini dilakukan agar calon siswa yang terpilih benar-benar siap mengikuti sistem pendidikan berasrama.
Agus mengakui, dari pengalaman sekolah rintisan sebelumnya, masih ada sejumlah siswa yang mengundurkan diri. Penyebab utamanya adalah tidak betah dengan aturan disiplin ketat di asrama.
“Biasanya yang mundur itu karena tidak betah hidup di asrama. Dari bangun tidur sampai tidur lagi semua ada aturannya, sehingga ada yang ingin kembali ke orang tua atau kembali bekerja,” tandasnya.
Karena itu, seleksi dan pendampingan terhadap calon siswa maupun orang tua akan diperkuat. Dinas Sosial ingin memastikan siswa yang masuk benar-benar siap menjalani pola hidup terstruktur selama menempuh pendidikan.