SEMARANG — Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menyebutkan kebutuhan hewan kurban tahun ini mencapai 593.168 ekor. Angka itu setara dengan 9-10 persen dari total populasi ternak di provinsi yang menjadi lumbung ternak nasional tersebut.
“Total populasi ternak di Jawa Tengah sekitar 6,3 juta ekor. Jadi stoknya jelas aman dan terpenuhi,” ujar Frans, Selasa (19/5/2026).
Dari total kebutuhan tersebut, rinciannya meliputi 140.745 ekor sapi, 321.872 ekor kambing, 126.078 ekor domba, dan 4.472 ekor kerbau. Untuk komoditas sapi, kambing, dan domba, Jawa Tengah mencatat surplus stok. Namun, kerbau masih defisit karena ketersediaannya hanya sekitar 1.204 ekor.
Ketersediaan ternak di Jateng juga disiapkan untuk mendukung program bantuan sapi kurban dari Presiden RI. Program itu menyiapkan sapi berbobot minimal satu ton untuk masing-masing kabupaten/kota, ditambah satu ekor untuk tingkat provinsi, dengan total kebutuhan 36 ekor.
Pemprov Jateng memperketat pengawasan lalu lintas ternak di sejumlah daerah perbatasan, yakni Kabupaten Rembang, Karanganyar, Sragen, dan Wonogiri. Petugas akan memeriksa kesehatan hewan yang masuk serta mengimbau agar ternak tidak sehat tidak diperjualbelikan.
“Bukan hanya untuk kebutuhan kurban, termasuk ternak untuk program MBG juga wajib dilengkapi surat keterangan sehat. Setiap perpindahan ternak harus disertai surat tersebut dan sudah melalui pemeriksaan kesehatan,” jelas Frans.
Berdasarkan data Distannak Jateng, tren pemotongan hewan kurban sepanjang 2024-2025 mengalami peningkatan pada hampir semua jenis ternak. Pemotongan sapi naik 8,9 persen, kambing melonjak 22,3 persen, dan domba meningkat 25,7 persen. Sebaliknya, pemotongan kerbau justru menurun 11,6 persen.
Hingga kini, Pemprov Jawa Tengah memastikan belum ditemukan kasus serius terkait kesehatan hewan ternak. Masyarakat tetap diimbau lebih selektif dalam memilih hewan kurban dengan memperhatikan kondisi fisik, seperti kuku bersih tanpa luka, mata cerah, tidak cacat, serta tidak mengeluarkan liur berlebihan.