Pemkab Blora Siapkan Lahan 1.350 Hektar untuk Kawasan Industri Terpadu, Target Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja

Penulis: Hendra Wijaya  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 13:06:38 WIB
Pemkab Blora memulai pengembangan Kawasan Industri Terpadu seluas 1.350 hektar.

BLORA — Pemkab Blora resmi memulai tahapan awal pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) yang membutuhkan lahan mencapai 1.350 hektar. Proyek ini digadang-gadang menjadi solusi atas kebutuhan lapangan kerja baru di wilayah tersebut.

Penggagas Kawasan Industri Blora sekaligus Komisaris Blora Patra Energi (BPE), Seno Margo Utomo, mengatakan pengembangan kawasan akan dilakukan secara bertahap. Ia membuka peluang perluasan lahan jika kebutuhan investasi ke depan meningkat.

“Harapannya industri padat karya seperti sepatu, tekstil, dan manufaktur bisa masuk ke Blora. Tapi kalau ada industri berbasis teknologi juga tidak masalah,” ujar Seno, Rabu, 20 Mei 2026.

Target Dampak Ekonomi bagi Warga Blora

Seno menekankan bahwa keberadaan kawasan industri ini tidak hanya soal membangun pabrik, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat. Ia berharap multiplier effect tersebut mampu menggerakkan sektor usaha kecil dan jasa di sekitar kawasan.

“Blora butuh banyak lapangan kerja baru. Efek bergandanya juga diharapkan besar untuk masyarakat,” katanya.

Belajar dari Sukses KEK Batang

Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto, bersama rombongan melakukan kunjungan ke KEK Industropolis Batang sebagai bahan studi. Kawasan yang sebelumnya bernama Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) itu mulai dirintis pada 2020 dan diresmikan Presiden Joko Widodo, lalu pada 2025 berubah status menjadi KEK Industropolis Batang yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Siswanto, sejak berdiri tahun 2021, KEK Batang telah menarik delapan pabrik dengan total tenaga kerja mencapai 23.237 orang. Investasi asing yang masuk tercatat sekitar Rp25 triliun. Kawasan seluas 4.300 hektar itu baru terbangun sekitar 400 hektar, namun sekitar 90 perusahaan masih mengantre untuk membangun pabrik.

“Kalau KEK Batang level internasional, kami berharap KIT Blora bisa level nasional,” tandas Siswanto.

Langkah Selanjutnya Pemkab Blora

Pemkab Blora masih terus mematangkan rencana teknis pengembangan KIT. Studi banding ke KEK Batang menjadi salah satu langkah awal untuk memastikan kawasan industri ini mampu bersaing dan memberikan manfaat maksimal bagi daerah.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: beritajateng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top