SOLO — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai merealisasikan pembangunan gedung VIP Room baru di Bandara Adi Soemarmo. Proyek ini menjawab kebutuhan akan fasilitas penyambutan yang lebih representatif, mengingat bandara di Kota Solo ini kerap digunakan untuk kedatangan tamu kenegaraan dan pemberangkatan jamaah haji.
Bangunan VIP Room yang ada saat ini hanya memiliki luas sekitar 400 meter persegi. Melalui proyek ini, luasnya akan diperbesar menjadi 2.013 meter persegi, atau hampir lima kali lipat dari ukuran semula.
Dengan tambahan ruang yang signifikan, fasilitas ini diharapkan mampu menampung lebih banyak tamu dan rombongan secara bersamaan tanpa mengurangi kenyamanan. Anggaran sebesar Rp 12,6 miliar dialokasikan untuk seluruh tahapan pembangunan.
VIP Room baru ini dirancang tidak hanya untuk menyambut pejabat negara atau tamu VVIP yang transit di Solo. Pemprov Jateng juga mengantisipasi lonjakan aktivitas saat musim haji tiba.
Bandara Adi Soemarmo menjadi salah satu embarkasi haji di Jawa Tengah. Setiap tahun, ribuan calon jamaah haji diberangkatkan dari bandara ini, dan kehadiran VIP room yang lebih luas akan memudahkan proses koordinasi serta penyambutan keluarga.
Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Jateng untuk meningkatkan kualitas layanan di bandara yang berada di bawah pengelolaannya. Selama ini, VIP Room lama kerap dinilai kurang memadai ketika harus melayani acara kenegaraan atau rombongan besar dalam waktu bersamaan.
Belum ada keterangan resmi mengenai jadwal pasti penyelesaian proyek. Namun, dengan nilai investasi yang tidak sedikit, pembangunan ini menjadi indikator keseriusan pemerintah daerah dalam menjadikan Bandara Adi Soemarmo sebagai gerbang utama yang lebih modern di Jawa Tengah bagian selatan.