42 Ribu Tenaga Kerja Terserap dalam Satu Dekade, Kawasan Industri Kendal Perluas Lahan untuk Akomodasi 139 Perusahaan

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 15:34:00 WIB
Perluasan lahan Kawasan Industri Kendal untuk menampung 139 perusahaan dan mendukung 42 ribu tenaga kerja.

KENDAL — Ekspansi fisik Kawasan Industri Kendal (KIK) tengah berlangsung seiring permintaan lahan yang terus meningkat dari investor global. Langkah ini sekaligus menandai satu dekade kemitraan strategis antara pemerintah Indonesia dan Singapura yang dimulai sejak peresmian kawasan pada 14 November 2016 oleh Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Lee Hsien Loong.

Investasi Rp 189 Triliun dan Target 42 Ribu Pekerja

Data terbaru menunjukkan realisasi investasi di Kabupaten Kendal pada triwulan I 2026 mencapai Rp 3,61 triliun, menjadikannya kontributor terbesar di Jawa Tengah. Secara keseluruhan, ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,35 persen secara year-on-year dengan total realisasi investasi Rp 23,02 triliun pada periode yang sama.

“Kami melihat kepercayaan investor terus meningkat, dan ini menjadi tanggung jawab kami untuk menjaga kualitas kawasan, memperkuat ekosistem industri, serta memastikan pertumbuhan investasi berjalan seiring penciptaan lapangan kerja,” ujar Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum.

Model G-to-G yang Jadi Acuan Investasi Global

Skema bisnis Government to Government (G-to-G) antara Jababeka Tbk dan Sembcorp Development asal Singapura dinilai menjadi model keberhasilan pengembangan kawasan industri terintegrasi di Indonesia. Dalam pertemuan bilateral terbaru, Menteri Singapura Vivian Balakrishnan dan Menlu Sugiono menegaskan bahwa kemitraan ekonomi ini merupakan contoh konkret kerja sama yang saling menguntungkan.

Pemerintah Indonesia menilai kolaborasi ini telah membuka ruang investasi baru, mempercepat industrialisasi daerah, serta menciptakan lapangan kerja. Sementara itu, Pemerintah Singapura menekankan bahwa KEK Kendal mampu memberikan kepastian, efisiensi, dan daya saing bagi investor global.

Sektor Industri yang Tumbuh: Otomotif hingga F&B

Keragaman sektor industri di kawasan ini mencakup otomotif, energi terbarukan, elektronik, farmasi dan alat kesehatan, fesyen, furnitur, serta makanan dan minuman. Kehadiran sektor-sektor tersebut memperkuat posisi KEK Kendal sebagai pusat pertumbuhan industri modern yang berdaya saing global.

Juliani menambahkan bahwa KEK Kendal tidak hanya berfungsi sebagai kawasan industri, tetapi juga sebagai pendorong transformasi ekonomi daerah. Dengan dukungan kebijakan yang konsisten dan kolaborasi internasional yang solid, kawasan ini optimistis dapat terus menjadi motor pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

Perluasan Lahan dan Infrastruktur Pendukung

Perluasan kawasan saat ini tidak hanya menambah kapasitas lahan industri, tetapi juga mencakup peningkatan infrastruktur, fasilitas logistik, utilitas kawasan, serta dukungan layanan perizinan yang semakin efisien. Langkah ini diambil untuk mengakomodasi lonjakan permintaan yang terjadi sejak 2021 hingga triwulan I 2026.

Pada tahun 2024, Kendal tercatat sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Jawa Tengah. Capaian ini menunjukkan bahwa KEK Kendal telah menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri paling progresif di Indonesia dan simbol keberhasilan kolaborasi strategis antara Indonesia dan Singapura.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: seputarbisnis.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top