BATANG — Wakil Bupati Batang Suyono menegaskan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) merupakan momentum refleksi bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN). Ia meminta jajaran Pemkab Batang meneladani semangat juang para pendahulu yang telah meletakkan dasar pergerakan nasional.
"Peringatan Harkitnas menjadi refleksi atas lahirnya organisasi pergerakan nasional Budi Utomo pada 1908 yang menjadi tonggak kebangkitan kesadaran bangsa," ujar Suyono saat menjadi inspektur upacara di lapangan Setda Batang, Rabu (20/5).
Menurut Suyono, perjuangan bangsa saat ini telah mengalami pergeseran signifikan. Jika dahulu perlawanan dilakukan secara fisik terhadap penjajahan, tantangan kini bergeser ke arah penguatan sumber daya manusia, penguasaan informasi, dan transformasi digital.
Wabup menyebut bahwa hari ini tantangan bangsa telah berubah dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital. Tema Harkitnas tahun ini, "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara", dinilai relevan dengan upaya membangun generasi penerus yang berkualitas dan mandiri.
"Kemajuan bangsa tidak hanya bergantung pada bantuan pihak luar, melainkan ditentukan oleh keteguhan rakyat dalam menjaga persatuan dan memiliki visi bersama membangun negara," tandasnya.
Suyono menyebut sejumlah program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, hingga Koperasi Desa (Kopdes) menjadi bagian dari upaya membangun kebangkitan bangsa. Program-program itu, menurutnya, bertujuan memperkuat kesejahteraan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia.
"Saya mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkab Batang untuk meneladani semangat juang para pendahulu bangsa dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tugas utama ASN sebagai pengabdi negara adalah melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya, berintegritas, dan bermartabat. "Semangat perjuangan para pendahulu harus terus kita teladani demi masa depan generasi berikutnya," tuturnya.