JAWA TENGAH — Kapolsek Air Putih, AKP Rahmad R Hutagaol, mengungkapkan bahwa peristiwa tragis itu pertama kali diketahui pada Minggu pagi (24/5/2026) oleh rekan kerja korban, Dinda Selvira Manalu. Dinda curiga karena toko masih tertutup rapat dan ponsel para korban tidak dapat dihubungi. Ia pun melapor kepada pemilik toko yang kemudian meminta warga membuka paksa pintu ruko.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Unit Reskrim Polsek Air Putih, mesin genset sengaja dinyalakan untuk menjaga pasokan listrik saat pemadaman. Namun, genset tersebut justru ditempatkan di dalam ruangan toko yang tidak memiliki ventilasi udara memadai. Pintu dan jendela dikunci dari dalam, sehingga sirkulasi udara benar-benar terputus.
Keempat korban diketahui merupakan perantau asal Tebing Tinggi yang memilih tinggal di dalam ruko lantaran jarak rumah mereka cukup jauh dari tempat kerja. Mereka diduga menghirup asap beracun sepanjang malam hingga akhirnya tak sadarkan diri.
Dua korban lainnya, M (22) dan DCA (17), berhasil dievakuasi dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Bidadari Indrapura untuk mendapatkan perawatan intensif. "Kondisi korban yang selamat saat ini sudah mulai membaik berdasarkan keterangan dari tim dokter," ujar AKP Rahmad R Hutagaol dalam keterangannya, Minggu (24/5/2026).
Polisi memastikan penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam peristiwa ini. Personel yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak menyalakan mesin genset di dalam ruangan tertutup, termasuk di dalam ruko, rumah, atau garasi. Pembakaran mesin genset menghasilkan gas karbon monoksida (CO) yang tidak berbau dan tidak berwarna, namun sangat mematikan jika terhirup dalam ruang tanpa sirkulasi udara.
Peristiwa di Batubara ini menjadi pengingat pahit akan bahaya laten penggunaan genset di tengah maraknya pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Sumatera. Hingga berita ini diturunkan, kedua korban selamat masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara jenazah RR dan AA telah dibawa ke rumah duka.