TNI-Polri dan Pemkab Tegal Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Pantai Kedungkelor untuk Cegah Abrasi

Penulis: Irfan Hakim  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 18:20:01 WIB
TNI-Polri dan Pemkab Tegal menanam 1.000 bibit mangrove di Pantai Kedungkelor untuk mencegah abrasi.

Penanaman serentak yang diprakarsai TNI ini berlangsung mulai pukul 08.00 WIB. Bupati Tegal Ishack Maulana Rohman, Wakapolres Tegal Kompol M. Iskandarsyah, Dandim 0712/Tegal Letkol Inf. Rachmat Ferdiantono, serta Danlanal Tegal Letkol Laut (P) Tato Taufiqurochman turun langsung ke lokasi bersama unsur Forkopimda dan warga setempat.

Mengapa Mangrove Jadi Prioritas di Pesisir Tegal?

Kawasan Pantai Kedungkelor selama ini masuk dalam zona rawan abrasi. Gelombang laut dan pasang surut secara perlahan menggerus garis pantai, mengancam permukiman serta tambak warga. Mangrove berfungsi sebagai penahan alami ombak dan sedimentasi tanah.

“Kegiatan ini bentuk kepedulian bersama menjaga kelestarian lingkungan pesisir agar tetap terjaga untuk generasi mendatang,” kata Wakapolres Tegal Kompol M. Iskandarsyah di sela-sela penanaman.

Sinergitas TNI-Polri di Lapangan

Kehadiran personel Polres Tegal dalam kegiatan ini menjadi simbol penguatan sinergi antara TNI dan Polri. Mereka bahu-membahu dengan anggota Kodim 0712/Tegal, Pramuka Saka Wira Kartika, BPBD, serta Dinas Lingkungan Hidup setempat menggali lubang dan menanam bibit di titik-titik yang sudah ditentukan.

Selain menanam, kegiatan diawali dengan pembukaan dan diikuti video conference yang menghubungkan lokasi penanaman di Tegal dengan pusat kegiatan nasional. Ini menjadi momen koordinasi lintas daerah dalam satu program lingkungan.

Dampak Jangka Panjang bagi Warga Pesisir

Penanaman mangrove tak hanya soal penghijauan. Bagi warga Desa Kedungkelor yang mayoritas nelayan dan petambak, hutan mangrove yang tumbuh kelak akan menjadi habitat ikan, udang, dan kepiting. Ekosistem yang sehat berarti tangkapan melimpah.

Bupati Tegal Ishack Maulana Rohman menyebut program ini selaras dengan rencana tata ruang daerah yang mengutamakan perlindungan kawasan pesisir. Pemerintah kabupaten berkomitmen merawat bibit yang baru ditanam agar tingkat keberhasilan tumbuh tinggi.

Langkah Selanjutnya

Usai penanaman serentak, Pemkab Tegal bersama TNI-Polri akan melakukan monitoring rutin setiap bulan. Bibit yang mati akan segera diganti dengan penyulaman pada musim tanam berikutnya. Masyarakat sekitar dilibatkan sebagai kelompok sadar lingkungan untuk menjaga kawasan ini dari kerusakan.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: jateng.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top