SEMARANG — Para peserta yang lolos seleksi akan mengikuti pelatihan intensif di balai industri milik Pemprov, mulai dari teknik menjahit, penyamakan kulit, hingga perakitan alas kaki. Setelah dinyatakan kompeten, mereka langsung ditempatkan di pabrik-pabrik mitra yang sudah menjalin kerja sama dengan dinas terkait.
Program ini menyasar dua kelompok prioritas: penyandang disabilitas dan warga dari keluarga miskin atau kurang mampu yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Peserta tidak dipungut biaya selama masa pelatihan, termasuk bahan praktik dan alat keselamatan kerja.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah menyebutkan bahwa kurikulum pelatihan dirancang langsung bersama mitra industri. “Kami ingin memastikan apa yang mereka pelajari sesuai dengan kebutuhan pabrik. Tidak ada masa adaptasi yang lama setelah direkrut,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa lalu.
Angka pengangguran di kalangan penyandang disabilitas dan masyarakat miskin di Jawa Tengah masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Banyak perusahaan enggan merekrut karena keterbatasan keterampilan teknis calon pekerja. Lewat program ini, Pemprov memotong rantai masalah tersebut dengan menyediakan pelatihan yang langsung terhubung ke industri.
Peserta tidak perlu lagi mencari kerja sendiri setelah lulus. Pihak balai industri akan memfasilitasi proses rekrutmen dengan perusahaan mitra, termasuk administrasi kontrak kerja. Ini berbeda dengan program pelatihan biasa yang hanya memberikan sertifikat tanpa jaminan pekerjaan.
Beberapa perusahaan tekstil dan alas kaki di kawasan industri Semarang, Kudus, dan Sukoharjo telah menyatakan kesiapan menyerap lulusan. Sektor yang paling banyak membutuhkan tenaga kerja terampil antara lain bagian produksi sepatu kulit, penjahitan garmen, dan pengemasan produk jadi.
Pemprov Jateng menargetkan program ini berjalan secara berkelanjutan setiap kuartal. Bagi warga yang tertarik, pendaftaran dibuka melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat atau langsung ke Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki di Semarang.