SOLO — Horison Aziza Hotel Solo, bagian dari MGM Group, menggelar talkshow dalam rangka peringatan Hardiknas yang ke-23. Acara ini menjadi wadah untuk merumuskan strategi konkret dalam menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri.
Dalam diskusi tersebut, para narasumber sepakat bahwa sistem pendidikan tidak bisa lagi berjalan sendiri. Dunia usaha dan industri harus dilibatkan sejak awal dalam proses pembelajaran agar lulusan memiliki keterampilan yang relevan.
Angka pengangguran terbuka di kalangan lulusan SMK dan perguruan tinggi masih menjadi pekerjaan rumah. Salah satu penyebabnya adalah ketidaksesuaian antara kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berubah.
Talkshow ini menghadirkan praktisi pendidikan dan pelaku industri untuk membahas solusi. Fokusnya bukan hanya pada teori, melainkan pada implementasi program magang, sertifikasi kompetensi, dan pelatihan berbasis industri.
“Dunia pendidikan dan industri dinilai harus berjalan beriringan untuk menciptakan sumber daya manusia yang tangguh dan siap menghadapi persaingan kerja,” demikian benang merah yang ditarik dalam diskusi tersebut.
Sebagai bagian dari sektor perhotelan, MGM Group melihat celah ini sebagai peluang untuk berkontribusi. Mereka tidak hanya menjadi penyerap tenaga kerja, tetapi juga berperan aktif dalam menyiapkan calon-calon tenaga profesional.
Program magang dan kunjungan industri menjadi salah satu andalan. Mahasiswa dan siswa SMK dari berbagai sekolah di Solo dan sekitarnya diajak untuk belajar langsung di lingkungan hotel berbintang.
Solo sebagai kota budaya dan tujuan wisata memiliki potensi besar di sektor jasa. Dengan adanya sinergi ini, pasokan tenaga kerja terampil diharapkan bisa memenuhi permintaan hotel, restoran, dan tempat wisata baru yang terus bermunculan.
Kolaborasi ini juga menjadi model bagi daerah lain di Jawa Tengah. Jika berhasil, pola kemitraan antara sekolah dan industri bisa direplikasi untuk sektor-sektor lain seperti manufaktur, teknologi informasi, dan ekonomi kreatif.
Peringatan Hardiknas tahun ini menjadi momentum untuk mempercepat transformasi pendidikan vokasi. Bukan sekadar seremonial, tetapi aksi nyata yang terukur dampaknya terhadap pengurangan angka pengangguran.