SOLO — Pemkot Solo resmi meluncurkan Program GEMAS (Gerakan Cinta Sejarah Masuk Sekolah) yang menargetkan ribuan siswa SMP di kota tersebut. Inisiatif ini hadir untuk mengubah paradigma lama bahwa pelajaran sejarah identik dengan hafalan yang membosankan.
Program ini menggunakan pendekatan digital yang interaktif, dirancang agar siswa tidak buta terhadap sejarah lokal. Targetnya, seluruh siswa SMP di Solo bisa memahami akar budaya dan peristiwa penting di daerahnya sendiri.
Pemkot Solo menilai metode konvensional selama ini kurang efektif menjangkau minat generasi muda. Dengan pendekatan digital, materi sejarah dikemas dalam format yang lebih relevan dengan keseharian siswa, seperti video animasi, kuis interaktif, dan tur virtual ke situs bersejarah.
“Program ini hadir untuk mengakomodasi kebutuhan transportasi anak sekolah, sekaligus membantu mengurangi beban orang tua,” demikian pernyataan dari pihak Pemkot Solo dalam bahan yang diterima redaksi. Meski demikian, pernyataan tersebut lebih merujuk pada semangat program yang adaptif terhadap kebutuhan siswa.
Program GEMAS menyasar ribuan pelajar SMP yang tersebar di berbagai kecamatan di Solo. Pemkot menargetkan agar seluruh siswa di tingkat tersebut bisa mengakses materi sejarah lokal secara merata.
Dengan adanya program ini, siswa tidak hanya dituntut menghafal tahun dan nama tokoh, tetapi diajak untuk memahami konteks dan relevansi sejarah dalam kehidupan sehari-hari.
Pemkot Solo berencana mengintegrasikan Program GEMAS ke dalam kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah. Materi akan disusun bersama para sejarawan dan guru sejarah agar kontennya tetap akurat namun dikemas secara menarik.
Langkah ini diharapkan bisa menjadi pilot project bagi daerah lain di Jawa Tengah yang ingin merevitalisasi metode pengajaran sejarah di era digital.