JAWA TENGAH — Penguatan IHSG pada Selasa (4/8) kemarin terbilang solid. Indeks melesat 85,11 poin ke level 6.319, dengan nilai transaksi mencapai Rp12,95 triliun dari 33,48 miliar saham yang diperdagangkan. Data RTI Infokom menunjukkan 399 saham ditutup di zona hijau, sementara 224 saham terkoreksi dan 170 saham stagnan.
Sentimen positif ini diyakini masih berlanjut. Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG berpotensi menguat menguji area 6.334 hingga 6.403 pada sesi hari ini. Namun, ia mengingatkan investor untuk mencermati peluang pembalikan arah jangka pendek ke kisaran 6.280-6.306.
"Kami memperkirakan IHSG berpotensi menguat menguji area 6.334-6.403. Namun, investor juga perlu mencermati peluang pembalikan arah jangka pendek ke kisaran 6.280-6.306," ujar Herditya dalam riset hariannya.
Level Support dan Resistance yang Perlu Dicermati Investor
Herditya memproyeksikan pergerakan indeks hari ini akan berada di rentang support 6.201 dan 6.029, dengan resistance di level 6.377 dan 6.454. Dari sisi saham, MNC Sekuritas merekomendasikan lima emiten untuk dicermati, yakni ANTM, EMAS, INDY, VKTR, dan XIHD.
Senada dengan Herditya, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai penembusan IHSG di atas level 6.291 pada perdagangan kemarin membuka peluang indeks untuk melanjutkan kenaikan. Level resistance berikutnya yang menjadi target berada di angka 6.392.
"Penembusan di atas level 6.291 membuka peluang bagi IHSG untuk melanjutkan kenaikan menuju resistance 6.392. Jika mampu ditutup di atas level tersebut, penguatan berpotensi berlanjut hingga 6.545," jelas Ivan.
Dua Saham Pilihan Binaartha: JPFA dan MEDC
Untuk perdagangan hari ini, Binaartha Sekuritas memprediksi IHSG bergerak di level support 6.255, 6.183, dan 6.020, dengan resistance di angka 6.392, 6.545, dan 6.700. Ivan merekomendasikan dua saham, yaitu JPFA dan MEDC.
Secara teknikal, penguatan IHSG kemarin didorong oleh aksi beli investor di sektor-sektor unggulan. Nilai transaksi yang mencapai Rp12,95 triliun menunjukkan partisipasi pasar yang cukup aktif, dengan mayoritas saham ditutup menguat.
Kendati proyeksi penguatan masih terbuka, para analis mengingatkan bahwa volatilitas jangka pendek tetap perlu diwaspadai. Investor disarankan mencermati pergerakan indeks di sekitar level resistance 6.392, karena kegagalan menembus level tersebut berpotensi memicu koreksi teknikal.
Investasi mengandung risiko.