SUKOHARJO — Griya Senior Sabara (Sakura Berbagi Rasa) menggelar kegiatan Olah Rasa Sabara bertema "Skill Memasak Senior Sabara" dengan 30 peserta pada Jumat (17/9/2026). Kegiatan berlangsung tatap muka mulai pukul 13.00 hingga 15.30 WIB.
Para peserta tidak hanya belajar teknik memasak. Mereka diajak melihat dapur rumah dari sudut pandang lain, yakni sebagai titik awal peluang usaha. Hobi memasak untuk keluarga bisa dikembangkan menjadi produk yang punya nilai jual.
Dari Teori ke Praktik Dapur
Kegiatan dibuka dengan penyampaian teori memasak. Setelah itu, peserta langsung mempraktikkan materi yang diberikan.
Hasil masakan kemudian disajikan untuk dinikmati bersama sebelum acara ditutup. Bagi peserta, sesi ini menjadi kesempatan belajar bersama sekaligus mencoba langsung keterampilan memasak.
Materi "Mengubah Hobi Menjadi Cuan"
Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah "Mengubah Hobi Menjadi Cuan" yang disampaikan Bunda Hary, pemilik kedai makan dan minuman Jualan Ayah.
Bunda Hary mengajak perempuan, termasuk para senior, untuk tetap aktif dan produktif dengan mengembangkan kemampuan yang sudah dimiliki. Menurutnya, memasak bisa menjadi keterampilan yang dikembangkan menjadi aktivitas bernilai ekonomi.
"Perempuan, khususnya senior, tetap bisa berdaya dan produktif dari rumah dengan mengembangkan hobi serta minat memasak menjadi sesuatu yang marketable dan berpotensi memberikan nilai ekonomi," papar Bunda Hary.
Modal Kecil, Peluang Kuliner Tetap Terbuka
Pesan tersebut membuka perspektif bahwa memulai usaha tidak selalu harus diawali dengan modal besar. Kemampuan yang sudah dimiliki di rumah pun dapat menjadi bekal awal untuk menghasilkan produk.
Mulai dari makanan rumahan, camilan, lauk siap santap hingga minuman, berbagai produk kuliner memiliki peluang untuk dipasarkan. Syaratnya, kualitas, rasa, kemasan dan target konsumen diperhatikan.
Ruang Produktif bagi Para Senior
Humas Griya Senior Sabara, Titik Haryanti, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman memasak, tetapi juga memperoleh wawasan yang dapat dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari.
Griya Senior Sabara menjadikan Olah Rasa Sabara sebagai salah satu ruang bagi para senior untuk tetap aktif berkegiatan. Selain tempat bertemu dan berinteraksi, kegiatan ini diarahkan untuk mengembangkan keterampilan dan kreativitas peserta.
"Melalui kegiatan ini, Griya Senior Sabara (Sakura Berbagi Rasa) tidak hanya menjadi ruang untuk berkumpul, tetapi juga menjadi wadah bagi para senior untuk belajar, mengembangkan keterampilan, membangun kreativitas, dan membuka peluang produktif," imbuh Titik.
Olah Raga, Olah Rasa, Olah Jiwa
Konsep kegiatan Griya Senior Sabara mencakup olah raga, olah rasa dan olah jiwa. Aktivitas tersebut diharapkan membuat masa senior tetap diisi dengan kegiatan yang aktif dan memberikan ruang untuk berkarya.
"Kegiatan Olah Rasa Sabara menjadi bagian dari upaya Griya Senior Sabara menghadirkan aktivitas yang mencakup olah rogo, olah roso, dan olah jiwo, sehingga masa senior dapat tetap dijalani dengan aktif, produktif, dan penuh makna," pungkas Titik.
Dari kegiatan memasak selama beberapa jam itu, ada pesan sederhana yang bisa dibawa pulang peserta: hobi tidak harus berhenti sebagai kesenangan pribadi. Jika dikembangkan dengan kreativitas dan melihat kebutuhan pasar, keterampilan di dapur pun bisa membuka peluang penghasilan.