Eks Pemain Persis Solo Soroti Degradasi Laskar Sambernyawa ke Liga 2: Jangan Abaikan Talenta Lokal

Penulis: Hendra Wijaya  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 19:03:16 WIB
Dwi Joko menyoroti degradasi Persis Solo akibat kurangnya penguatan talenta lokal.

SOLO — Degradasi Persis Solo ke kasta kedua sepak bola Indonesia menjadi keprihatinan tersendiri bagi Dwi Joko, pelatih Persiharjo Sukoharjo yang juga merupakan mantan pemain Persis Solo. Ia menilai bahwa Laskar Sambernyawa mulai kehilangan identitas dengan tidak lagi mengandalkan pemain asli daerah.

Talenta Lokal Terpinggirkan di Tengah Gebyar Pemain Asing

Dwi Joko menekankan bahwa Persis Solo, yang identik dengan budaya Jawa dan Kota Solo, kini lebih mengandalkan pemain dari luar daerah dan pemain asing. Menurutnya, hal ini justru menggerus semangat juang tim yang dulu dikenal memiliki ikatan kuat dengan masyarakat.

"Jangan abaikan talenta lokal. Pemain lokal Solo dan sekitarnya punya kualitas dan rasa memiliki yang lebih besar terhadap tim," ujar Dwi Joko dalam pernyataannya, seperti dikutip dari bahan berita.

Kritik untuk Manajemen: Pembinaan Usia Muda Mandek

Ia juga menyoroti minimnya regenerasi pemain dari akademi Persis Solo. Padahal, di era kejayaan sebelumnya, Persis dikenal sebagai tim yang subur melahirkan pemain-pemain berbakat dari kompetisi internal dan sekolah sepak bola di Soloraya.

Dwi Joko menambahkan, sistem pembinaan usia muda yang tidak berjalan optimal membuat tim kehilangan fondasi. "Akademi harus jadi tulang punggung, bukan sekadar pelengkap. Kalau ini terus diabaikan, sulit bagi Persis untuk bangkit," tegasnya.

Pelajaran Berharga untuk Musim Depan

Dengan turunnya Persis Solo ke Liga 2, Dwi Joko berharap manajemen melakukan evaluasi total. Ia mendorong agar ke depannya klub lebih selektif dalam merekrut pemain dan mulai memberikan porsi lebih besar kepada pemain asli Solo Raya.

Menurutnya, kebangkitan Persis Solo tidak hanya bergantung pada anggaran besar, tetapi juga pada pembinaan berkelanjutan dan cinta terhadap identitas lokal. "Ini momentum untuk kembali ke akar," pungkasnya.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top