Bupati Grobogan Siap Dukung Tema Pembangunan Jateng 2027, Fokus pada Pertanian dan Ekonomi Syariah

Penulis: Joko Purnomo  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 05:19:34 WIB
Bupati Grobogan Setyo Hadi menyampaikan dukungan terhadap tema pembangunan Jateng 2027 di forum Rembug Pembangunan Kedungsepur.

GROBOGAN — Kabupaten Grobogan, yang merupakan wilayah terluas kedua di Jawa Tengah, siap menjadi garda depan dalam mendukung tema pembangunan provinsi tahun 2027. Bupati Setyo Hadi menegaskan hal ini di hadapan jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam forum Rembug Pembangunan Wilayah Pengembangan Kedungsepur yang digelar di Pendopo Kabupaten Grobogan.

Potensi Lahan dan Sektor Unggulan Grobogan

Dalam paparannya, Setyo Hadi menyebutkan bahwa Grobogan memiliki luas wilayah sekitar 202 ribu hektare yang tersebar di 19 kecamatan dan 280 desa/kelurahan. Dari total tersebut, 37 persennya merupakan lahan pertanian dan 35 persen berupa kawasan hutan.

Ia merinci, lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) di daerahnya telah mencapai 71.949 hektare. Sektor pertanian pun menjadi kontributor terbesar bagi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kabupaten, dengan komoditas utama padi, jagung, dan kedelai.

“Mayoritas masyarakat Grobogan berprofesi sebagai petani,” ujar Setyo Hadi dalam forum tersebut.

Ekonomi Tumbuh 5,49 Persen, Tapi Angka Kemiskinan Masih Tinggi

Dari sisi ekonomi, kondisi makro Grobogan pada 2025 menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,49 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka hanya 3,12 persen—lebih baik dibanding rata-rata provinsi maupun nasional.

Meski begitu, Setyo Hadi mengakui masih ada pekerjaan rumah yang berat. Angka kemiskinan di Grobogan masih berada di 10,63 persen dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) baru mencapai 72,94. Kedua angka ini masih di bawah capaian rata-rata provinsi dan nasional.

“Masih banyak permasalahan pembangunan yang harus ditangani, sehingga kami tetap membutuhkan dukungan dari pemerintah provinsi,” ungkapnya.

Sinergi Program Nasional dan Provinsi

Pemkab Grobogan juga menyatakan kesiapan menjalankan sejumlah Program Strategis Nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Selain itu, program delegasi provinsi seperti Kecamatan Berdaya, cek kesehatan gratis, dan dokter spesialis keliling juga akan didukung penuh.

Setyo Hadi berharap rembug pembangunan ini bisa memperkuat sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat. “Mari kita terus tingkatkan sinergi dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks,” pungkasnya.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: lingkarjateng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top