KUDUS — Sebanyak 450 relawan atau rewang diterjunkan untuk mendukung proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban di lingkungan Masjid Menara Kudus. Mereka terdiri dari santri, aktivis, dan warga sekitar yang bekerja sesuai tugas masing-masing.
Ketua Panitia Kurban Iduladha YM3SK 2026, Muhammad Faqol Ahzab, mengungkapkan terjadi perubahan komposisi hewan kurban dibanding tahun sebelumnya. Jumlah kerbau turun dari 18 ekor menjadi 16 ekor, sementara kambing justru meningkat dari 33 menjadi 37 ekor.
“Tahun ini ada 16 kerbau dan 37 kambing. Jumlah untuk kerbau lebih sedikit dari tahun sebelumnya yang mencapai 18, sedangkan kambing mengalami peningkatan dari 33 menjadi 37 ekor,” ujar Faqol.
Daging kurban didistribusikan ke masyarakat di sembilan kecamatan di Kabupaten Kudus. Setiap kecamatan memiliki koordinator yang bertugas melakukan pendataan penerima manfaat sebelum pembagian dilakukan.
Panitia memperkirakan total daging yang dibagikan mencapai sekitar 12 ribu bungkus. Setiap paket berisi dua ons daging lengkap dengan jeroan dan tulang.
Ciri khas pembagian daging kurban di Menara Kudus masih dipertahankan tahun ini, yakni penggunaan daun jati sebagai pembungkus. “Pendistribusian diperkirakan berlangsung setelah Jumatan nanti hingga sore selesai. Kami menggunakan daun jati untuk membungkus dagingnya,” terang Faqol.
Hewan kurban berasal dari berbagai kalangan, mulai masyarakat umum hingga perusahaan di Kabupaten Kudus. Salah satu perusahaan yang turut menyalurkan hewan kurban adalah PT Sukun Wartono Indonesia sebagai bentuk kepedulian sosial melalui momentum Iduladha.
Faqol menjelaskan, penyembelihan di Menara Kudus tetap dilaksanakan pada 12 Zulhijah meskipun tahun ini bertepatan dengan hari Jumat. Tradisi tersebut telah menjadi ketetapan yang terus dijaga selama bertahun-tahun.
“Memang ini sudah pakemnya, untuk mengingatkan masyarakat kalau Menara menyembelih selalu di tanggal 12 Zulhijah. Kalau menurut hukum kan diperbolehkan menyembelih dari tanggal 10 hingga 13 Zulhijah,” katanya.