SEMARANG — Program "Mode Tandur" resmi diimplementasikan di sekolah dasar di Jawa Tengah sebagai upaya menanamkan nilai moderasi beragama kepada siswa sejak usia dini. Inisiatif ini menekankan dua pilar utama, yaitu tasamuh atau toleransi dan tahaddur yang berarti berperadaban.
Pemerintah provinsi menilai bahwa pendidikan dasar merupakan fondasi paling krusial untuk membentuk karakter bangsa. Tanpa penanaman nilai yang kuat sejak SD, dikhawatirkan akan lahir generasi yang hanya unggul dalam ritual keagamaan, namun gagap dalam interaksi sosial dan menghadapi perbedaan.
Konsep "Mode Tandur" dirancang untuk menjadi kurikulum tersembunyi yang menyatu dalam kegiatan belajar sehari-hari, bukan sekadar mata pelajaran tambahan. Melalui pendekatan ini, siswa diajak untuk memahami dan mempraktikkan sikap saling menghargai antarumat beragama serta berperilaku santun di lingkungan sekolah.
Program ini merupakan respons terhadap meningkatnya kebutuhan akan penguatan karakter di tengah arus informasi yang deras. Pemerintah ingin memastikan anak-anak tumbuh dengan pemahaman yang benar tentang keberagaman sejak mereka masih duduk di bangku kelas satu SD.
Pilar pertama, tasamuh, mengajarkan siswa untuk menerima perbedaan keyakinan dan latar belakang teman sekelas. Sementara itu, pilar tahaddur berfokus pada pembentukan perilaku beradab, seperti sopan santun, gotong royong, dan kemampuan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan.
Kombinasi keduanya diyakini mampu membentuk kepribadian yang utuh pada anak. Mereka tidak hanya dibekali kemampuan kognitif, tetapi juga kecerdasan emosional dan spiritual yang seimbang untuk hidup di masyarakat yang plural.
Pemerintah menyebut program ini sebagai investasi jangka panjang yang hasilnya tidak bisa diukur dalam hitungan bulan. Namun, dampaknya terhadap kerukunan dan stabilitas sosial di masa depan dinilai sangat signifikan.
"Kita tidak ingin melahirkan generasi yang saleh secara ritual namun gagap secara sosial," demikian pernyataan resmi dari pihak penyelenggara program. Kalimat ini menjadi semangat dasar yang mendorong implementasi "Mode Tandur" di sekolah-sekolah dasar di Jawa Tengah.
Ke depan, program ini akan terus dievaluasi dan dikembangkan agar nilai-nilai moderasi dapat tertanam kuat dalam diri setiap siswa sejak usia dini.