Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Ajak Ibu-Ibu Fatayat di Demak Pilah Sampah dari Rumah, Ini Manfaatnya

Penulis: Hendra Wijaya  •  Minggu, 31 Mei 2026 | 10:52:01 WIB
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang mengedukasi ibu-ibu Fatayat Demak tentang cara memilah sampah rumah tangga.

DEMAK — Sampah rumah tangga masih menjadi persoalan klasik di banyak desa, termasuk di Desa Gempolsongo. Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang mencoba memutus rantai masalah itu dengan pendekatan edukasi langsung ke ibu-ibu Fatayat.

Dalam sosialisasi tersebut, para mahasiswa tidak sekadar memberi teori. Mereka menjelaskan secara praktis bagaimana memilah sampah berdasarkan jenis dan karakteristiknya. Sampah anorganik seperti botol plastik, kaleng, dan kardus, jika dipisahkan dengan baik, bisa memiliki nilai ekonomis karena dapat dijual ke pengepul atau diolah menjadi kerajinan kreatif.

Sampah Organik Bisa Jadi Pupuk dan Eco Enzyme

Tak hanya sampah anorganik, perhatian juga diberikan pada sampah organik yang melimpah dari dapur rumah tangga. Kulit bawang, sisa sayuran, dan bahan dapur lainnya disebut bisa diolah menjadi pupuk kompos atau eco enzyme yang ramah lingkungan.

“Produk olahan ini bermanfaat untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian,” jelas tim mahasiswa KKN dalam pemaparannya. Langkah ini dinilai bisa mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sekaligus menekan volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Antusiasme Warga dan Harapan untuk Lingkungan

Ibu-ibu Fatayat yang hadir tampak antusias. Mereka aktif bertanya soal cara memilah sampah yang mudah diterapkan sehari-hari. Beberapa peserta bahkan mulai membandingkan kebiasaan mereka selama ini dengan teknik yang diajarkan.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengingatkan bahaya membuang sampah ke sungai, yang masih terjadi di sejumlah titik. Mahasiswa KKN berharap, dari langkah kecil memilah sampah dari rumah, warga Desa Gempolsonto bisa menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Program ini menjadi salah satu dari rangkaian kerja KKN Reguler 86 UIN Walisongo di bidang pelestarian lingkungan. Ke depan, pendampingan serupa direncanakan berlanjut agar kebiasaan memilah sampah benar-benar membudaya.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: jatengnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top